BANDUNG | jerathukumnews.net
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, Kabupaten Bandung, memperkuat disiplin dan profesionalisme pegawai melalui kegiatan bertema “Penegakan Disiplin, Penguatan Etika Digital, dan Pembentukan Mentalitas Profesional”, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya RSUD Cicalengka membangun budaya kerja yang disiplin, berintegritas, bertanggung jawab, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penguatan disiplin dan profesionalisme pegawai dilaksanakan secara hybrid. Sebagian pegawai mengikuti kegiatan secara langsung di ruang rapat RSUD Cicalengka, sementara peserta lainnya mengikuti melalui platform Zoom Meeting.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah etika digital. Hal ini dinilai penting seiring semakin tingginya penggunaan media sosial dan berbagai platform digital dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh pegawai dan tenaga kesehatan.
Di lingkungan rumah sakit, penggunaan media sosial tidak hanya berkaitan dengan persoalan pribadi, tetapi juga menyangkut profesionalisme dan citra institusi pelayanan publik.
Karena itu, setiap pegawai dituntut mampu menggunakan media digital secara bijak, menjaga etika dalam berkomunikasi, menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, serta memahami batasan ketika beraktivitas di ruang digital.
Selain etika digital, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya penegakan disiplin dan pembentukan mentalitas profesional.
Disiplin pegawai tidak sebatas kepatuhan terhadap jam kerja dan aturan kedinasan. Lebih dari itu, disiplin mencakup tanggung jawab dalam menjalankan tugas, menjaga integritas, menghormati rekan kerja, serta memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien.
Direktur RSUD Cicalengka Tekankan Profesionalisme Pegawai
Kegiatan penguatan disiplin dan profesionalisme tersebut berada di bawah tanggung jawab Direktur RSUD Cicalengka, dr. H. Yani Sumpena Muchtar, SH., MH.Kes.
Yani Sumpena Muchtar tercatat sebagai Direktur RSUD Cicalengka dalam Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Kementerian Kesehatan. Ia dilantik sebagai Direktur RSUD Cicalengka dalam rangkaian pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung pada 20 Februari 2026.
Sebagai pimpinan rumah sakit, direktur memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan kesehatan, tata kelola organisasi, pembinaan sumber daya manusia, hingga pelaksanaan tugas pegawai berjalan sesuai ketentuan.
“ Sesuai arahan pimpinan dan komitmen, pelayanan RSUD Cicalengka terus ditingkatkan dan berkomitmen untuk menguatkan kedisiplinan secara profesional," tegas dr. H. Yani Sumpena Muchtar.
Menurutnya, penguatan disiplin dan profesionalisme menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di lingkungan RSUD Cicalengka.
Pasalnya, rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh sikap serta profesionalisme setiap pegawai.
Karena itu, pembinaan internal diharapkan mampu membentuk pegawai yang tidak hanya patuh terhadap aturan, tetapi juga memiliki integritas, rasa tanggung jawab dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
Etika Digital Jadi Perhatian di Lingkungan Rumah Sakit
Perkembangan teknologi komunikasi juga menghadirkan tantangan baru bagi pegawai rumah sakit.
Media sosial dapat menjadi sarana komunikasi dan penyebaran informasi yang efektif. Namun, penggunaannya tetap harus memperhatikan etika, privasi, tanggung jawab dan konsekuensi terhadap institusi.
Terlebih bagi pegawai yang bekerja di sektor pelayanan publik, setiap aktivitas di ruang digital berpotensi berkaitan dengan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Karena itu, pemahaman mengenai etika digital menjadi bagian penting dalam pembentukan mentalitas profesional pegawai RSUD Cicalengka.
Pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai aturan, tetapi dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari, baik ketika menjalankan tugas di lingkungan rumah sakit maupun ketika beraktivitas di ruang digital.
Pada akhirnya, penguatan disiplin, etika digital, integritas dan profesionalisme diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Cicalengka.
Dengan sumber daya manusia yang disiplin dan profesional, RSUD Cicalengka diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan yang aman, bertanggung jawab dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung.
Dayat



Social Header