JERAT HUKUM NEWS

Jumat, 10 April 2026

Baru Menjabat, Bupati Tulungagung Kena OTT KPK

 


TULUNG AGUNG | Jerathukumnews.net

Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Tulungagung. Bupati setempat, Gatut Sunu Wibowo, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/4/2026) malam.

Dalam operasi senyap tersebut, tim KPK mengamankan sedikitnya 16 orang yang terdiri dari unsur pejabat pemerintah daerah dan pihak swasta. OTT dilakukan setelah adanya dugaan praktik korupsi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Gatut Sunu Wibowo yang baru menjabat sejak Februari 2025 itu turut dibawa bersama pihak lain ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK.

Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Hingga saat ini, lembaga antirasuah masih melakukan pendalaman terkait dugaan kasus yang menjerat kepala daerah tersebut.

Informasi sementara menyebutkan bahwa OTT ini berkaitan dengan dugaan suap atau fee proyek di lingkungan pemerintah daerah. Namun, KPK belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa ini langsung mengundang perhatian luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai, kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen pemberantasan korupsi di tingkat daerah, khususnya bagi kepala daerah yang baru menjabat.

Publik kini menunggu pengumuman resmi dari KPK terkait perkembangan kasus tersebut, termasuk kemungkinan penetapan tersangka dan nilai uang yang diamankan dalam operasi tersebut.

R.S

Polres Klaten Perkuat Infrastruktur dan Pemulihan Pascabencana melalui Program Jembatan Merah Putih Presisi



KLATEN | Jerathukumnews.net

Polres Klaten berkomitmen dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat melalui program Jembatan Merah Putih Presisi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian revitalisasi tiga jembatan serta dimulainya pembangunan jembatan baru di wilayah terdampak bencana, Senin hingga Selasa (6/4/2026).

Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi meresmikan revitalisasi tiga Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Tijayan Kecamatan Manisrenggo, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo dan Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk. Revitalisasi jembatan ini merupakan bagian dari program Polri untuk masyarakat yang berfokus pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur strategis. Jembatan-jembatan tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung antar wilayah serta penunjang aktivitas ekonomi warga.

Dalam keterangan nya kepada awak media di Mapolres Klaten, Kapolres Klaten menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan baru tetapi juga dengan memastikan infrastruktur yang sudah ada tetap layak dan aman digunakan.

“Kegiatan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi merupakan komitmen dan bakti Polri untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat. Kami ingin memastikan akses masyarakat tetap lancar dan aman,” ujar AKBP Moh. Faruk Rozi. Jumat (10/4)

Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat lima proyek jembatan di wilayah Kabupaten Klaten dalam program tersebut, terdiri dari tiga revitalisasi dan dua pembangunan baru. Salah satu jembatan baru di Prambanan telah diresmikan sebelumnya, sementara satu lainnya di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, saat ini masih dalam proses pembangunan.

Pembangunan jembatan di Karangnongko ditandai dengan peletakan batu pertama dan merupakan upaya pemulihan infrastruktur pascabencana yang terjadi pada Februari lalu. Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Dukuh Bale Rejo dan Geneng yang sebelumnya terputus.

Kapolres menyampaikan bahwa pembangunan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua bulan dengan desain yang lebih fungsional, termasuk lebar sekitar 3,5 meter agar dapat dilalui kendaraan roda empat serta struktur yang mendukung keamanan dan kelancaran mobilitas.

“Jembatan ini kami rancang lebih optimal agar dapat menunjang mobilitas masyarakat, baik untuk akses pendidikan maupun kegiatan ekonomi,” jelasnya.

Keberadaan jembatan-jembatan tersebut dinilai memberikan dampak signifikan, khususnya dalam memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, serta membuka konektivitas antarwilayah. Di wilayah Polanharjo, jembatan bahkan menjadi jalur alternatif penghubung antara Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali. Ia berharap seluruh jembatan yang telah dibangun dan direvitalisasi dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Polres Klaten dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Program Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan implementasi nyata kehadiran Polres Klaten yang hadir sebagai solusi dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemulihan pascabencana ,” ungkap Kombes Pol. Artanto. Jumat (10/4)

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendekatan humanis dan kolaboratif yang dilakukan Polres Klaten merupakan bagian dari strategi Polri dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat peran institusi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Melalui program ini, Polres Klaten menegaskan peran aktifnya tidak hanya dalam menjaga stabilitas kamtibmas, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Fit

Kamis, 09 April 2026

“SIANG BOLONG BERDARAH! Wanita Tewas dengan Luka Gorok di Cibitung, Diduga Jadi Korban Perampokan”

CIBITUNG | Jerathukumnews.net

Aksi kejahatan sadis menggemparkan warga Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Seorang wanita ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya dengan luka gorok di bagian leher.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 14.45 WIB. Korban pertama kali ditemukan warga dalam kondisi sudah tergeletak di ruang tamu rumahnya, dengan tubuh berlumuran darah.

Luka serius di bagian leher korban menguatkan dugaan bahwa korban menjadi sasaran kekerasan menggunakan senjata tajam. Selain itu, muncul dugaan kuat bahwa peristiwa ini berkaitan dengan aksi perampokan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung geger dan mendatangi lokasi. Suasana mencekam menyelimuti lingkungan setempat setelah kabar penemuan mayat menyebar dengan cepat.

“Pas ditemukan, korban sudah tergeletak. Darahnya banyak di ruang tamu,” ungkap salah satu warga.

Pihak kepolisian yang menerima laporan segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang untuk mengamankan area, sementara petugas mulai mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan dari para saksi.

Hingga saat ini, identitas korban belum diumumkan secara resmi. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya barang berharga milik korban yang hilang sebagai bagian dari penyelidikan dugaan perampokan.

Kasus ini kini dalam penanganan intensif aparat kepolisian guna mengungkap pelaku serta motif di balik aksi keji tersebut.

Apakah ini murni perampokan yang berujung pembunuhan, atau ada motif lain di baliknya?

Penyelidikan masih terus berlangsung.

Red

“Fajar Sadboy Kecelakaan! Amanda Manopo Ungkap Fakta Mengerikan: Tulang Bergeser, Kuku Copot”



JAKARTA | Jerathukumnews.net

Publik dikejutkan dengan kabar kecelakaan yang menimpa Fajar Sadboy. Sosok yang dikenal lewat ekspresi emosionalnya di media sosial itu kini harus terbaring dan menjalani pemulihan akibat insiden yang cukup mengerikan.

Kabar ini pertama kali diungkap oleh Amanda Manopo, yang secara blak-blakan membongkar kondisi sahabatnya tersebut.

“Dia jatuh dari motor, tangannya sampai tulangnya geser… kukunya copot,” ujar Amanda dengan nada prihatin.

Insiden nahas itu terjadi saat Fajar mengendarai motor seorang diri di kawasan Jakarta Timur. Diduga kuat, jalan yang licin menjadi pemicu utama kecelakaan, membuat kendaraan kehilangan kendali saat pengereman.

Benturan keras tak terhindarkan. Dampaknya pun cukup serius—bagian tangan Fajar menjadi yang paling parah. Pergeseran tulang dan kondisi kuku yang terlepas menjadi gambaran betapa kerasnya kecelakaan tersebut. Selain itu, luka memar juga ditemukan di beberapa bagian tubuhnya.

Kini, Fajar harus mengenakan penyangga pada tangannya dan menjalani masa pemulihan yang tidak singkat. Aktivitas sehari-hari pun terpaksa dihentikan sementara.

Meski demikian, ada kabar yang sedikit melegakan. Kondisi Fajar dilaporkan tidak kritis dan dalam keadaan sadar. Ia masih bisa berkomunikasi, meski harus berjuang melewati rasa sakit selama masa penyembuhan.

Di tengah kondisi tersebut, Amanda Manopo mengajak publik untuk ikut memberikan doa terbaik.

“Doain ya, semoga dia cepat pulih,” ucapnya.

Peristiwa ini pun menjadi pengingat keras bagi para pengendara agar lebih waspada di jalan, terutama saat kondisi cuaca atau jalan tidak mendukung.

R.S

PEMKAB PASURUAN GELAR FORUM KONSULTASI PUBLIK, PERKUAT PERAN DINAS PENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN LAYANAN

PASURUAN | Jerathukumnews.net  

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui jajaran dinas terkait menggelar kegiatan Forum Konsultasi Publik sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses perumusan kebijakan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, akademisi, hingga insan pers. Forum tersebut menjadi sarana terbuka untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan masukan konstruktif demi perbaikan pelayanan publik yang lebih optimal.

Kepala dinas menyampaikan bahwa forum ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

“Forum konsultasi publik ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Setiap masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, juga dipaparkan struktur organisasi salah satu dinas strategis, yakni Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, sebagaimana tertuang dalam lampiran Peraturan Bupati Pasuruan Tahun 2025.

Struktur organisasi tersebut menunjukkan pembagian tugas dan fungsi yang jelas, mulai dari unsur pimpinan dinas, sekretariat, hingga beberapa bidang utama yang menjadi penopang pelayanan pendidikan di daerah. Di antaranya meliputi:

Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal

Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD)

Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Bidang Pembinaan Ketenagaan

Masing-masing bidang didukung oleh seksi teknis seperti Seksi Kurikulum dan Penilaian, serta Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana yang berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan.

Selain itu, terdapat Sekretariat dengan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian yang mengelola administrasi serta sumber daya manusia, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan jabatan fungsional yang mendukung pelaksanaan program di lapangan.

Paparan struktur organisasi ini menjadi bagian penting dalam forum, guna memberikan pemahaman kepada publik terkait alur kerja, tanggung jawab, serta mekanisme pelayanan di lingkungan Dinas Pendidikan.

Beberapa peserta forum menyoroti pentingnya sinergi antarbidang serta transparansi dalam pelaksanaan program, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan sarana prasarana di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menegaskan akan menindaklanjuti seluruh hasil forum ini sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berpihak kepada masyarakat.

Melalui forum konsultasi publik ini, diharapkan terbangun kepercayaan yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.

Saikhu

LIMBAH PABRIK TAHU CEMARI SUNGAI — WARGA WIROGUNAN RESAH, DINAS TERKAIT DITAMPAR KERAS!



PASURUAN | Jerathukumnews.net

Aktivitas pabrik tahu di wilayah ini kian menuai kemarahan warga. Limbah produksi yang diduga dibuang langsung ke aliran sungai tanpa pengolahan memadai, kini bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memicu “tamparan keras” dari masyarakat kepada dinas terkait yang dinilai lamban bertindak.

Warga menyebut, kondisi sungai semakin memprihatinkan: air berubah warna, berbau menyengat, dan tidak lagi layak digunakan. Namun ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah tegas dari instansi berwenang.

“Kami sudah cukup bersabar. Jangan sampai dinas hanya diam seolah tutup mata. Kalau dibiarkan, ini sama saja membiarkan warga hidup di tengah pencemaran!” tegas salah satu warga dengan nada geram.

Nada yang lebih keras juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Ia secara terbuka menyindir kinerja dinas lingkungan hidup yang dinilai hanya bergerak saat sorotan publik menguat.

“Jangan tunggu viral baru turun. Fungsi pengawasan itu bukan formalitas. Kalau ada pelanggaran terang-terangan seperti ini tapi tidak ditindak, lalu untuk apa ada pengawasan?” ujarnya.

Secara hukum, pembuangan limbah tanpa pengolahan jelas melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Pelaku usaha wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan pelanggaran dapat berujung pada sanksi administratif hingga pidana.

Warga kini tidak hanya menuntut penindakan terhadap pabrik, tetapi juga meminta evaluasi terhadap kinerja dinas terkait. Mereka menilai, pembiaran yang terjadi berpotensi menjadi preseden buruk dan mencederai kepercayaan publik.

“Kalau tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat, kami siap membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi. Jangan uji kesabaran masyarakat,” pungkas perwakilan warga.

Situasi ini menjadi ujian nyata bagi pemerintah daerah: berpihak pada lingkungan dan masyarakat, atau terus membiarkan pencemaran terjadi tanpa konsekuensi tegas.

((saikhulloh)))

Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 Gelar Donor Darah RSUD Cicalengka

KAB BANDUNG | Jerathukumnews.net

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385, RSUD Cicalengka menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di Ruang Kidung, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan donor darah ini mengusung tema “Bandung Lebih BEDAS: Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Jaman” sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kepedulian sosial serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sejak pagi hari, suasana di Ruang Kidung tampak ramai dipadati peserta yang antusias mengikuti kegiatan. Tenaga medis RSUD Cicalengka terlihat sigap melayani proses registrasi, pemeriksaan kesehatan awal, hingga pengambilan darah sesuai prosedur yang berlaku.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pegawai rumah sakit, instansi pemerintah, hingga masyarakat umum.

Dari total 102 pendaftar, sebanyak 85 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya. Sementara itu, 17 orang lainnya belum dapat melakukan donor karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan, seperti tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kondisi fisik lainnya.

Direktur RSUD Cicalengka, Yani Sumpena Muchtar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung program kemanusiaan sekaligus memperingati hari jadi Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah, dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 ini, kami dapat melaksanakan kegiatan donor darah dengan lancar dan penuh antusiasme. Ini adalah wujud kepedulian kita bersama terhadap sesama, karena setetes darah yang kita donorkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, kegiatan donor darah tidak hanya sekadar agenda seremonial, tetapi perlu menjadi budaya di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin. Donor darah adalah bentuk solidaritas kemanusiaan yang sangat mulia. Selain membantu sesama, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor itu sendiri. Semoga semangat ‘Bandung Lebih BEDAS’ benar-benar terwujud melalui aksi nyata seperti ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, serta tenaga medis yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi ladang amal bagi kita semua,” pungkasnya.

Kegiatan donor darah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Kabupaten Bandung, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

(Dayat)


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done