JERAT HUKUM NEWS

Rabu, 03 Juni 2026

Dugaan Ketidaktransparanan Penyaluran Bantuan Alat Pertanian di Desa Daya Bangun Harjo Jadi Sorotan Publik

 


PALEMBANG | jerathukumnews.net

Dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan dan penyaluran bantuan alat pertanian di Desa Daya Bangun Harjo, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, menjadi sorotan masyarakat dan sejumlah kelompok tani setempat.

Bantuan alat pertanian yang dimaksud antara lain combine harvester merek Bimo, rotavator merek Bimo, baskoro, serta satu unit alat tanam padi yang diduga tidak dikelola secara terbuka kepada anggota kelompok tani maupun masyarakat penerima manfaat.

Sejumlah warga menilai pengelolaan bantuan yang berada di bawah koordinasi Gapoktan yang dipimpin oleh Eko Ripai belum memberikan informasi yang jelas terkait keberadaan, pemanfaatan, maupun mekanisme penggunaan alat-alat pertanian tersebut.

Saat ditemui awak media, salah seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial (S) mengungkapkan bahwa bantuan yang seharusnya dinikmati kelompok tani diduga tidak sepenuhnya sampai kepada masyarakat yang berhak menerima.

"Pembagian alat pertanian saat ini tidak transparan kepada masyarakat. Ada dugaan bantuan tersebut tidak disalurkan sebagaimana mestinya kepada petani yang berhak menerima," ungkap sumber kepada awak media.

Menurutnya, hak petani sebagai penerima manfaat program bantuan pemerintah seharusnya mendapatkan perlindungan dan kepastian. Namun, di lapangan terdapat indikasi bahwa sebagian bantuan tidak tersalurkan sesuai tujuan awal program.

Berdasarkan keterangan sejumlah narasumber, bantuan alat pertanian yang berasal dari program pemerintah pusat pada tahun sebelumnya diduga tidak sepenuhnya dimanfaatkan oleh kelompok tani penerima. Bahkan, muncul dugaan bahwa sebagian bantuan telah berpindah tangan di luar mekanisme resmi yang berlaku.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa kelompok tani lainnya di wilayah Kabupaten Banyuasin. Mereka berharap pemerintah melakukan pendataan ulang serta pengawasan yang lebih ketat agar seluruh bantuan benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak.

Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan petani yang seharusnya menjadi penerima utama manfaat program bantuan pertanian. Masyarakat mendesak adanya transparansi, evaluasi, dan penelusuran menyeluruh terhadap proses distribusi bantuan yang diduga bermasalah tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait, termasuk Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Banyuasin maupun pengurus Gapoktan yang disebut dalam laporan warga, belum memberikan keterangan atau klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.

(Bobi Heriyanto)

Kaperwil Jerat Hukum

DIDUGA KETUA GAPOKTAN JUAL PUPUK DAN HERBISIDA DI ATAS HET, APH DIMINTA TURUN TANGAN


BANYUASIN | jerathukumnews.net 

Dugaan penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi dan racun herbisida mencuat di Desa Bangun Harjo, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media Jerat Hukum, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Bangun Harjo, Eko Ripai, diduga menjual pupuk bersubsidi dan racun herbisida dengan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Media Jerat Hukum Sumatera Selatan, Bobi Heriyanto, mengatakan bahwa dugaan tersebut diperoleh dari keterangan salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan dan hanya disebut dengan inisial (I).

Menurut narasumber, penyaluran pupuk dan racun herbisida kepada anggota kelompok tani dinilai tidak transparan dan hingga saat ini tidak ada kejelasan terkait distribusinya.

“Pupuk dijual disertai racun herbisida, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan mengenai penyalurannya. Diduga ada keuntungan yang diambil dengan alasan untuk uang kas kelompok,” ungkap narasumber kepada awak media.

Dugaan tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan pemerintah mengenai perdagangan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian. Penyaluran pupuk bersubsidi wajib dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan tidak diperkenankan dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Atas temuan tersebut, tim Media Jerat Hukum meminta Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penelusuran dan investigasi terkait dugaan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi dan racun herbisida di Desa Bangun Harjo.

Jika terbukti terjadi pelanggaran, pihak terkait diminta untuk bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar tidak merugikan para petani yang berhak menerima pupuk bersubsidi.

Media Jerat Hukum akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan.

(Bobi Heriyanto) Kaperwil Media Jerat Hukum Sumatera Selatan


Selasa, 02 Juni 2026

Harga Jagung Anjlok, Petani Jejalen Jaya Keluhkan Biaya Produksi Tinggi dan Kelangkaan Pupuk

 

BEKASI | jerathukumnews.net

Petani jagung di Kampung Jejalen Jaya, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan anjloknya harga jual jagung yang tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi yang harus mereka keluarkan selama proses budidaya hingga masa panen.

Saat ini para petani tengah memasuki musim panen raya. Namun, hasil panen yang melimpah justru tidak memberikan keuntungan yang memadai karena harga jagung di tingkat petani dinilai sangat rendah. Kondisi tersebut membuat para petani kesulitan menutupi biaya produksi yang terus meningkat, mulai dari pembelian benih, pupuk, obat-obatan pertanian, hingga biaya tenaga kerja.

Salah seorang petani mengungkapkan bahwa keuntungan yang diperoleh saat ini sangat minim, bahkan sebagian petani terancam mengalami kerugian.

"Harga pupuk dan obat-obatan terus naik, sementara harga jagung saat panen justru turun. Kami kesulitan mendapatkan keuntungan, bahkan terkadang modal yang dikeluarkan tidak kembali sepenuhnya," ujarnya.

Selain rendahnya harga jual hasil panen, petani juga menghadapi persoalan kelangkaan pupuk yang hingga kini masih menjadi kendala utama. Sulitnya memperoleh pupuk membuat petani harus mencari ke berbagai daerah dengan harga yang lebih mahal, sehingga semakin membebani biaya produksi.

Kondisi tersebut diperparah dengan masuknya musim kemarau. Para petani mengaku mengalami kesulitan mendapatkan mesin pompa penyedot air untuk mengairi lahan pertanian. Ketersediaan pompa yang terbatas serta tingginya biaya sewa maupun pembelian alat tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga produktivitas tanaman di tengah berkurangnya pasokan air.

Para petani berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang mereka alami. Mereka meminta adanya kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani, menjamin ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau, serta membantu penyediaan sarana pendukung pertanian seperti mesin pompa air untuk menghadapi musim kemarau.

Menurut para petani, sektor pertanian merupakan salah satu penopang ketahanan pangan nasional yang perlu mendapatkan perlindungan dan dukungan nyata. Apabila harga hasil panen terus rendah sementara biaya produksi semakin tinggi dan sarana produksi sulit diperoleh, dikhawatirkan minat masyarakat untuk bertani akan terus menurun.

Petani jagung di Jejalen Jaya berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna meningkatkan kesejahteraan petani, mulai dari kemudahan akses pupuk, bantuan sarana produksi pertanian, dukungan irigasi dan pompanisasi, hingga kebijakan harga yang lebih berpihak kepada petani pada saat musim panen raya.


Reporter: Nur Apendi

Minggu, 31 Mei 2026

Arisan PAGERSUKMA di Kediaman Mbak Riyanti Jadi Momentum Silaturahmi Warga Perantauan Susukan

BEKASI – jerathukumnews.net

Paguyuban Pemuda Perantauan Susukan Manunggal (PAGERSUKMA) kembali menggelar arisan rutin keluarga besar. Kegiatan kali ini dilaksanakan di kediaman Mbak Riyanti, Kampung Pekopen RT 06/07, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/5/2026).

Arisan yang diikuti puluhan anggota dari berbagai wilayah perantauan itu berlangsung penuh keakraban. Selain pengundian arisan, acara diisi dengan ramah tamah dan diskusi ringan antar anggota.

Ketua Paguyuban Pemuda Perantau Susukan Manunggal. Eko Sarwanto. Menyampaikan, bahwa kegiatan arisan PAGERSUKMA tidak hanya sekadar kegiatan rutin bulanan. “Kita jadikan momentum ini sebagai wadah silaturahmi sesama anggota yang berada di perantauan. Di tengah kesibukan kerja, pertemuan seperti ini penting untuk menjaga kekompakan dan rasa persaudaraan kita sebagai orang Susukan,” ujarnya.

Hal Senada, tuan rumah Mbak Riyanti mengucapkan terima kasih atas kepercayaan anggota yang hadir di kediamannya. Ia juga memohon maaf jika penyambutan dan hidangan yang disajikan masih sederhana. “Semoga kebersamaan ini yang utama. Hidangan apa adanya, tapi rasa persaudaraannya luar biasa,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus juga menginformasikan sejumlah program sosial dan komunikasi antar anggota. PAGERSUKMA terus didorong menjadi jembatan informasi, saling membantu ketika ada anggota yang mengalami kesulitan di perantauan, serta mendukung pembangunan di desa tercinta, Susukan.

Suasana hangat dan guyub terasa hingga akhir acara. Anggota sepakat bahwa semangat *PAGERSUKMA kompak dan solid* harus terus dijaga, meskipun secara fisik berjauhan dengan kampung halaman.

Arisan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta sebagai kenang-kenangan kebersamaan bulan ini.


(Dan.S/Rina.S)

Bunyami Siap Membawa Perubahan Desa Pusaka Rakyat

 

BEKASI | jerathukumnews.net

Dalam rangka menghadapi pilkades serentak di Desa Pusa Rakyat Kecamatan Taruma Jaya Kabupaten Bekasi,Salah satu bakal calon kepala desa pusaka rakyat Bunyami, telah tulus dan Ikhlas mencalonkan diri sebagai kontestan Kepala Desa yang siap membawah perubahan dan Bunyami siap men deklarasi dirinya sebagai calkades , dan melakukan kegiatan temu sapa kepada warga desa pusaka rakyat bertujuan memperkenalkan diri kepada seluruh warga masyarakat desa. Sabtu, pukul 08:00 wib (30/05/2026)

Deklarasi tersebut di hadiri langsung oleh bakal calon kepala desa yaitu Bunyami beserta istri juga para pendukung, masyarakat dan para kader dihadiri pula oleh RT dan RW juga para tokoh masyarakat sekitar dan terlihat pula Babinsa menghadiri acara tersebut.

Dalam sambutan nya Bunyami dengan tegas dan lantang memaparkan maksud dan tujuan beliau mencalonkan diri sebagai bakal calon kepala desa Pusaka Rakyat.

Menurut Bunyami. saya utamakan dan berdayakan warga lokal desa Pusaka Rakyat, juga akan saya buatkan Kober untuk warga sekitar agar mempermudah masyarakat dalam hal pemakaman jenazah." Ucap nya, dengan semangat yang menggelegar dan berapi-api.

salah satu warga mengungkapkan keluh kesah yang selama ini di alami oleh para warga yaitu soal banjir di wilayah sekitar desa Pusaka Rakyat yang jika hujan akan menjadi kolam renang dadakan, yang di respon sangat baik oleh bakal calon kepala desa pada malam hari itu.

Menanggapi keluhan Warga. Bunyami juga Mengatakan. jika saya nanti terpilih menjadi kepala desa pusaka rakyat, saya akan memprioritaskan dan menjadikan PR utama soal banjir di wilayah ini, saya ingin warga mendapatkan kenyamanan dan keamanan". Disambut tepuk tangan yang meriah dari para seluruh tamu yang hadir pada malam hari itu.

"Prioritas yang diutamakan, kali sepanjang desa pusaka rakyat akan di rapihkan dan jalan-jalan yang berdampak banjir akan di selesaikan agar tidak banjir lagi. Juga kabinet desa pusaka rakyat skala prioritas harus orang setempat dan birokrasi di desa yang tidak berbelit-belit juga akan di fikirkan dan di tindak lanjuti untuk puskesmas terdekat di desa pusaka rakyat sesuai permintaan warga desa pusaka rakyat," Jelas Bunyami kepada beberap Wartawan. 

"Saya menginginkan ada spot futsal atau lapangan sepak bola disini untuk para pemuda yang mau main supaya bisa menyalurkan hobinya, saya juga suka futsal, " Ucap sambil senyum sumringah kepada para pemuda yang hadir.

Dalam Pantauan para awak media, Pada malam hari itu acara berjalan dengan lancar dan penuh khimat serta tidak ada kendala yang berarti dalam suasana hangat kekeluargaan. Para warga antusias menyambut baik niat Bunyami dan mendukung penuh beliau untuk menjadi kepala desa Pusaka Rakyat. Setelah malam hari ini juga akan di adakan acara pertemuan yang kedua di Minggu selanjutnya agar terbina semngat dan 

Rasa yang harmonis dari Bunyami kepada seluruh warga pusaka rakyat agar tidak ada jarak antara masyarakat dan pemimpin di desa pusaka rakyat nantinya.


(Rhagil/Dani/Rina)

Sabtu, 30 Mei 2026

BENTUK KEPEDULIANSOSIALDAN PENGABDIAN NYATA TERHADAP MASYARAKAT RSUD CICALENGKA MENGGELAR HITANAN MASAL

 

BANDUNG | jerathukumnews.net

Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat, RSUD Cicalengka bekerja sama dengan DKM Masjid Al-Askariyah menggelar program khitanan massal gratis bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. 

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap bulan RSUD Cicalengka tersebut dilaksanakan dengan kuota maksimal lima anak setiap pelaksanaannya.

Program khitanan massal ini tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan yang aman dan profesional, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak dan keluarga penerima manfaat.

Sejak pagi hari, suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tampak mewarnai pelaksanaan kegiatan. Para peserta bersama orang tua datang dengan penuh antusias untuk mengikuti proses khitan yang dilakukan oleh tenaga medis profesional dari RSUD Cicalengka. 

Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, para peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan awal, edukasi perawatan pasca-khitan, serta pendampingan selama proses tindakan medis berlangsung.

Kolaborasi antara RSUD Cicalengka dan DKM Masjid Al-Askariyah ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada aspek medis semata, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kemanusiaan yang tinggi. 

Melalui program tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat kehadiran layanan kesehatan yang dekat, peduli, dan menyentuh langsung kebutuhan warga.

Direktur RSUD Cicalengka, dr. H. Yani Sumpena Muchtar, S.H., M.H.Kes., mengatakan bahwa kegiatan khitanan massal gratis merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif sekaligus memperkuat peran sosial institusi kesehatan di tengah masyarakat.

"Alhamdulillah, kegiatan khitanan massal gratis ini terus dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan berkat kerja sama yang baik antara RSUD Cicalengka dan DKM Masjid Al-Askariyah. Program ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan layanan khitan bagi putra-putranya," ujar dr. Yani.

Menurutnya, khitanan massal bukan sekadar layanan medis, melainkan memiliki nilai ibadah dan kemanusiaan yang sangat besar.

"Kami memandang kegiatan ini bukan hanya sebatas tindakan kesehatan, tetapi juga menjadi ladang ibadah, sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, serta upaya menghadirkan senyum kebahagiaan bagi anak-anak dan keluarganya. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan bagi kami semua. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga keberlangsungan program ini agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, dr. Yani mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program khitanan massal gratis yang diselenggarakan secara rutin tersebut.

"Kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengikuti program khitanan massal gratis ini. Pendaftaran dapat dilakukan langsung ke RSUD Cicalengka. Kuota yang tersedia sebanyak lima peserta setiap bulan, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk segera mendaftarkan putra-putranya sesuai jadwal yang telah ditentukan. Semoga program ini menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan kesehatan sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat," pungkasnya.

Melalui program khitanan massal gratis yang berkelanjutan ini, RSUD Cicalengka berharap dapat terus hadir sebagai rumah sakit yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat Kabupaten Bandung. 

(Dayat)

Ketua Umum APJI Kunjungi Rumah Kades Cipada 2, Bahas Sinergi Media dan Pembangunan Desa

 

BANDUNG BARAT, jerathukumnews.net – Ketua Umum Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia (APJI) melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah Kepala Desa Kades Cipada 2, Kabupaten Bandung Barat, dalam rangka mempererat hubungan kemitraan antara insan pers dan pemerintah desa.

Kunjungan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi momentum untuk bertukar pikiran mengenai berbagai isu pembangunan desa, keterbukaan informasi publik, serta peran media dalam mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum APJI menyampaikan bahwa sinergi antara jurnalis dan pemerintah desa sangat penting guna menciptakan penyebaran informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan serta menyampaikan aspirasi masyarakat kepada para pemangku kebijakan.

Sementara itu, Kades Cipada 2 menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi perhatian APJI terhadap perkembangan desa. Ia berharap hubungan baik antara pemerintah desa dan insan pers dapat terus terjalin demi mendukung transparansi serta kemajuan pembangunan di wilayahnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi ajang diskusi mengenai berbagai potensi desa yang dapat dipublikasikan secara luas agar dikenal masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan partisipasi warga dalam pembangunan.

Kegiatan silaturahmi diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama yang harmonis antara pemerintah desa dan insan pers dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.

Rina Simanjuntak

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done