JERAT HUKUM NEWS

Sabtu, 21 Maret 2026

Halal Bihalal Sebagai Momen Penguat Ikatan Sosial dan Religius " Memupuk Kekeluargaan "

 

WONOGIRI | Jerathukumnews.net

Momentum Halalbihalal yang diselenggarakan di aula Masjid Al- Amin Dusun Susukan Desa Pare Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri. Minggu.(22/03/26).

Acara tersebut dilaksanakan dalam satu sekali merupakan tradisi khas Desa setempat ( Susukan Pare-red) khususnya dan di Indonesia pada umumnya yang ditinggalkan oleh para leluhur kita yang memadukan ajaran Islam dengan nilai budaya lokal untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan memperkokoh persatuan sosial pasca selesai bulan Ramadhan. Oleh karnanya Tradisi ini yang mempertahankan kearifan lokal melalui momen pertemuan yang mencairkan konflik, memupuk semangat guyub kebersamaan (Guyub) dan untuk melestarikan budaya luhur masyarakat.

Adapun acara tersebut dirangkai dengan Pembukaan bacaan Basmallah yang dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur'an oleh ananda Hasan, pembacaan Makna oleh Fito, serta di isi dengan tampilan anak Santri ULUL ALBAB dan Tausiyah oleh. Ustadz. H.Agus Tursilo. dari Sukoharjo.

Tokoh Agama Desa Setempat.Sugeng Sobari (mantan Kades Pare-red). Saat ditemui di lokasi acara. Mengatakan, bahwa makna nilai yang terkandung dalam kegiatan halal bihalal ini, merupakan konteks dalam pendidikan Islam, halal bihalal mengajarkan pentingnya memaafkan, berempati, dan saling menghormati. Hal ini mencerminkan nilai-nilai seperti kesabaran, kemurahan hati, dan pengampunan, yang merupakan prinsip-prinsip inti dalam ajaran Islam," Jelasnya. 

Masih. Kata Sugeng. Halalbihalal adalah tradisi khas masyarakat Desa sini ( Susukan Pare-red) selesai pasca bulan Ramadhan yang bertujuan menyambung silaturahmi, serta memupuk kekeluargaan saling memaafkan, dan membersihkan hati dari dendam. Hikmah utamanya mencakup mempererat persaudaraan, menciptakan harmonisasi sosial, menyempurnakan amal Ramadhan, serta mendapat ridho Allah SWT dengan menghapus dosa antar sesama serta memperat tali silaturahmi dan menyambung kembali hubungan yang renggang atau terputus setelah Idhu Fitri," Tuturnya dengan ramah. 

Toko Pemuda. Susukan. Pare. Supriyanto Suro

Tokoh Masyarakat Desa Setempat. C. Purwanto. Mengatakan, bahwa kegiatan ini, dilakukan setiap satu tahun setelah berakhirnya bulan Suci Ramadhan untuk dijadikan wadah Penyambung Silaturahmi serta Guyub kebersamaan dalam Halalbihalal menjadi ajang kumpul keluarga, tetangga, dan komunitas untuk bersalaman dan bermaafan, yang memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang mulai individualis, " Katanya. 

"Serta dapat melakukan perikatan kembali kepada para saudara- saudara kita yang merantau untuk merajut kebersamaan dan kekompakan gotong royong secara Budaya yang menjadi efektif untuk meredam konflik dan memperbaiki hubungan sosial yang retak dengan melepaskan ego," Jelas Purwanto kepada Jerat Hukum.

Ditempat yang sama Tokoh Pemuda Desa Susukan. Supriyanto Suro yang lebih akrab dipanggil Mas Supri. Saat dikonfirmasi. Mengatakan, 

Bahwa kita sebagai generasi penerus bangsa wajib harus menjaga warisan para leluhur yang dipegang teguh oleh para penerusnya secara *Internalisasi Nilai Luhur:* yang Mengajarkan kerendahan hati, toleransi, empati, dan penghormatan kepada sesama, yang merupakan prinsip inti kearifan lokal Nusantara," Tegasnya kepada Jerat Hukum. 

"Bahwa halal bihalal ini yang diwariskan oleh leluhur kita yang menggabungkan Perpaduan Agama dan Budaya demi mewujudkan nilai-nilai Islam (memaafkan/silaturahmi) dalam bingkai adat yang khas, menegaskan identitas bangsa yang religius namun tetap berbudaya dan mampu mengaungkan

Perayaan Persatuan yang menciptakan rasa harmoni sosial di tingkat RT, desa, maupun organisasi, yang memperkuat semangat gotong royong," Ucap Supri. 


(Rhagil/D Silalahi/Rina)

Banjir Rendam Ciracas, 47 Warga Dievakuasi, Ibu Hamil dan Balita Jadi Prioritas


JAKARTA TIMUR |  Jerathukumnews.net

Banjir kembali merendam wilayah Ciracas, Jakarta Timur, memaksa puluhan warga dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran (Damkar) pada Minggu (22/3/2026) dini hari.

Sebanyak 47 warga terpaksa diungsikan setelah permukiman mereka terendam air dengan ketinggian yang terus meningkat. Di antara korban evakuasi, terdapat ibu hamil dan balita yang menjadi prioritas penyelamatan.

Banjir dilaporkan terjadi secara tiba-tiba saat sebagian warga masih terlelap. Air masuk ke dalam rumah dengan cepat, memicu kepanikan.

Sejumlah warga:

Tidak sempat menyelamatkan barang berharga

Terjebak di dalam rumah

Memilih bertahan di tempat tinggi sebelum bantuan datang

Petugas Damkar dikerahkan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga dari titik-titik terdampak yang sulit dijangkau.

Dalam proses evakuasi, petugas memprioritaskan kelompok rentan:

๐Ÿ‘ถ Balita

๐Ÿคฐ Ibu hamil

๐Ÿ‘ต Lansia

Seluruh warga yang dievakuasi kemudian dibawa ke lokasi aman sementara untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Banjir diduga dipicu oleh:

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya

Sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air

Kemungkinan luapan saluran air di sekitar permukiman

Kondisi ini kembali menyoroti kerentanan kawasan permukiman padat di Jakarta Timur terhadap banjir musiman.

Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi di kawasan Ciracas. Banjir yang berulang memunculkan pertanyaan serius:

Sejauh mana efektivitas penanganan banjir jangka panjang di wilayah rawan?

Tanpa perbaikan sistem drainase yang menyeluruh dan penataan kawasan yang terencana, skenario serupa berpotensi terus terulang — dengan risiko yang semakin besar bagi kelompok rentan.

Banjir di Ciracas bukan sekadar bencana alam, melainkan alarm keras soal tata kelola lingkungan perkotaan. Evakuasi 47 warga, termasuk ibu hamil dan balita, menjadi bukti nyata bahwa dampaknya menyentuh sisi paling rentan dalam masyarakat.


Jejak Konflik Ekonomi dan Relasi Beracun Berujung Maut

Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami di Jaktim

JAKARTA TIMUR | Jerathukumnews.net

Tragedi berdarah mengguncang kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, saat seorang perempuan bernama Dewhinta Anggary (36) ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kontrakannya, Sabtu (21/3/2026) dini hari.

Korban yang belakangan diketahui merupakan cucu dari seniman Betawi legendaris Mpok Nori itu diduga kuat menjadi korban pembunuhan oleh mantan suami sirinya sendiri.

๐Ÿ” Kronologi: Terkunci dari Dalam, Terbongkar Lewat Jendela

Peristiwa ini mulai terungkap saat pihak keluarga curiga karena korban tidak dapat dihubungi. Saat mendatangi kontrakan, pintu dalam kondisi terkunci.

Upaya masuk dilakukan dengan cara mendobrak dan mengintip melalui jendela. Pemandangan di dalam ruangan langsung mengungkap fakta mengerikan.

Korban ditemukan dalam kondisi:

Tergeletak di atas tempat tidur

Mengalami luka serius di bagian kepala dan leher

Dikelilingi bercak darah

Tidak ditemukan tanda-tanda perlawanan besar maupun perampokan. Barang berharga korban dilaporkan masih utuh.

⚠️ Pelaku: Mantan Suami Siri, Hubungan Berakhir Sebulan Lalu

Aparat kepolisian mengarah pada satu nama: mantan suami siri korban berinisial FD, seorang warga negara asing.

Hasil penelusuran awal mengungkap:

Hubungan keduanya telah berakhir sekitar satu bulan sebelum kejadian

Terdapat konflik berkepanjangan, terutama terkait masalah ekonomi

Diduga ada ketegangan emosional yang belum terselesaikan

Sumber di lapangan menyebut, relasi keduanya mengarah pada pola hubungan toksik yang rawan kekerasan.

๐Ÿš“ Pelarian Singkat, Berakhir di Tol Arah Merak

Pasca kejadian, pelaku sempat melarikan diri. Namun pelarian itu tidak berlangsung lama.

Tim kepolisian berhasil melacak dan menangkap pelaku pada hari yang sama di ruas tol menuju arah Merak, Banten.

Penangkapan ini memperkuat dugaan bahwa pelaku telah merencanakan upaya melarikan diri usai kejadian.

๐Ÿง  Analisis Awal: Bukan Kejahatan Acak

Dari hasil olah TKP dan keterangan awal, penyidik menyimpulkan bahwa kasus ini mengarah pada:

Pembunuhan berbasis relasi personal (intimate partner violence)

Indikasinya:

Tidak ada barang hilang

Korban mengenal pelaku

Ada riwayat konflik sebelumnya

Pola ini menempatkan kasus sebagai bagian dari fenomena kekerasan dalam hubungan yang kerap berujung fatal.

⚖️ Potensi Jerat Hukum

Pelaku terancam dijerat dengan:

Pasal 338 KUHP (pembunuhan)

atau Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana), jika terbukti ada unsur perencanaan

Ancaman hukuman maksimal: penjara seumur hidup atau hukuman mati.

๐Ÿงจ Catatan Kritis

Kasus ini kembali membuka realitas pahit:

Kekerasan dalam hubungan sering luput dari deteksi dini

Konflik ekonomi dapat menjadi pemicu eskalasi kekerasan

Status hubungan non-formal (siri) kerap menyulitkan perlindungan hukum dan pengawasan

Tragedi ini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga besar Mpok Nori, tetapi juga menjadi alarm keras atas ancaman kekerasan domestik yang masih menghantui masyarakat.


Red

Jumat, 20 Maret 2026

Hari Raya Idul Fitri 1447 H : Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Mengawal Kebahagiaan dan Masa Depan Bangsa

 


JAKARTA | Jerathukumnews.net

Di tengah gema takbir yang bersahutan di seluruh penjuru negeri, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan melalui akun Instagram resminya, @listyosigitprabowo. Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolri menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar penegakan hukum, melainkan sebuah pengabdian tulus untuk menjaga kehidupan dan masa depan bangsa.

Jenderal Sigit menggambarkan momen Idul Fitri sebagai gerbang menuju kebaikan yang lebih bermakna. Ia menekankan bahwa personel Polri akan tetap hadir di tengah hiruk-pikuk perayaan untuk memastikan roda kehidupan masyarakat tetap bergerak dengan aman.

Kapolri menyoroti bahwa tugas kepolisian memiliki dimensi sosial yang dalam, terutama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, yang pada akhirnya akan memperkuat fondasi masa depan bangsa.

Pengabdian bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi melindungi kehidupan, membantu sesama bangkit, serta menumbuhkan kepedulian, tulis Kapolri dalam unggahannya.

Menanggapi fenomena mudik yang menjadi tradisi tahunan, Kapolri memastikan bahwa Polri hadir mengawal jutaan langkah masyarakat yang kembali ke kampung halaman. Fokus utama Polri adalah memastikan kebahagiaan para pemudik tiba dengan selamat sehingga mereka dapat berkumpul bersama keluarga tercinta dalam suasana yang fitri.

Menutup pesannya, Kapolri menyampaikan komitmen institusi Polri untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan internal. Beliau berjanji bahwa Polri akan bekerja lebih baik, tulus, dan menjaga integritas demi menghadirkan rasa aman yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Atas nama keluarga besar Polri dan Bhayangkari, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin, tutup Jenderal Sigit.

R.S

Lebaran Bukan Sekadar Maaf-Maafan! D. Silalahi Sentil Keras Pers: Jangan Jadi Corong Kekuasaan

JAKARTA | Jerathukumnews.net

Di tengah euforia Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pernyataan keras datang dari pemerhati media, D. Silalahi. Ia secara terbuka menyoroti kondisi pers yang dinilai mulai kehilangan taring dalam mengawal kebijakan pemerintah.

Menurutnya, Lebaran seharusnya menjadi momen refleksi mendalam, bukan sekadar seremoni tahunan. Ia mengingatkan, ada ancaman serius ketika pers perlahan bergeser dari fungsi kontrol menjadi sekadar penyampai narasi kekuasaan.

“Jangan sampai pers hanya jadi corong. Kalau jurnalis takut bersuara, lalu siapa yang mengawasi kebijakan?” tegas D. Silalahi dengan nada tajam.

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi, publik justru dihadapkan pada fenomena yang mengkhawatirkan: berita yang cenderung normatif, minim kritik, dan terkesan “aman” bagi penguasa. Padahal, kata dia, fungsi utama pers adalah menguji, bukan mengamini.

“Ini yang berbahaya. Ketika kritik hilang, transparansi ikut redup. Dan ketika transparansi hilang, potensi penyimpangan terbuka lebar,” ujarnya.

D. Silalahi juga menyinggung adanya tekanan kepentingan—baik politik maupun ekonomi—yang berpotensi memengaruhi independensi media. Ia tidak menampik bahwa sebagian jurnalis berada dalam posisi sulit, namun tetap menegaskan bahwa integritas tidak boleh dikompromikan.

“Pers itu pilar demokrasi, bukan alat legitimasi. Kalau fungsi ini ditinggalkan, kita sedang membuka ruang gelap dalam tata kelola negara,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh bagaimana kebijakan tersebut diawasi. Dalam hal ini, peran jurnalis menjadi krusial—bukan hanya melaporkan, tetapi juga menggali, menguji, dan jika perlu membongkar.

“Jurnalis harus berani. Bukan hanya menulis apa yang terlihat, tapi juga mengungkap apa yang disembunyikan,” ucapnya.

Momentum Idul Fitri, lanjut D. Silalahi, harus dimaknai sebagai “titik balik keberanian” bagi insan pers untuk kembali ke jalur idealisme. Ia menilai, kepercayaan publik terhadap media hanya bisa dipulihkan jika jurnalis kembali berpihak pada kebenaran, bukan kepentingan.

“Kalau pers diam, maka publik akan mencari kebenarannya sendiri—dan itu berbahaya. Hoaks tumbuh dari kekosongan informasi yang kredibel,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, D. Silalahi melontarkan pesan tegas: pers harus kembali ke panggung utama sebagai pengawas kekuasaan, bukan sekadar penonton atau bahkan pemain dalam skenario tertentu.

“Lebaran ini harus jadi alarm. Bangkit atau ditinggalkan. Karena ketika pers kehilangan keberanian, bangsa ini yang akan menanggung akibatnya,” pungkasnya.

Red

Kamis, 19 Maret 2026

47 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, 1 Perwira Raih Bintang Tiga

 


JAKARTA | Jerathukumnews.net

Kepolisian Negara Republik Indonesia melaksanakan Upacara Kenaikan Pangkat ke dan dalam golongan Perwira Tinggi (Pati) Polri pada Kamis (19/3/2026), di Rupatama Mabes Polri.

Dalam upacara tersebut, sebanyak 47 personel Polri resmi mendapatkan kenaikan pangkat yang terdiri dari 1 personel naik ke pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) Pol, 14 personel naik ke pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) Pol, serta 32 personel naik ke pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen) Pol, termasuk 2 personel kenaikan pangkat luar biasa (KPLB).

Kenaikan pangkat tertinggi diraih oleh Komjen Pol Dr. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H., yang saat ini menjabat sebagai Kalemdiklat Polri.

Sementara itu, sejumlah perwira yang naik ke pangkat Irjen Pol di antaranya Irjen Pol Alfred Papare (Kapolda Papua Barat), Irjen Pol.Moffan Moedji Kawanti (Auditor Kepolisian Utama Tk. I Itwasum Polri), hingga Irjen Pol Asep Guntur Rahayu yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK RI.

Pada kenaikan pangkat Brigjen Pol, terdapat puluhan perwira yang menduduki berbagai jabatan strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun di wilayah, termasuk Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini serta Wakapolda Papua Brigjen Pol Muhajir.

Selain itu, dua personel menerima kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) ke Brigjen Pol, yakni Brigjen Pol Sambas Kurniawan dan Medyanta.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, kinerja, serta pengabdian para perwira tinggi Polri.

“Kenaikan pangkat ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kadivhumas Polri.

Ia menambahkan, Polri berharap para perwira tinggi yang mendapatkan kenaikan pangkat dapat terus memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendukung transformasi Polri yang Presisi.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum penting dalam pembinaan karier serta penguatan organisasi Polri ke depan.

Maskabul

Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta lancar, Polri Pastikan Pelayanan Optimal bagi Masyarakat

JAKARTA | Jerathukumnews.net

Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 bersama jajaran melaksanakan peninjauan langsung arus mudik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (19/3/2026). Peninjauan dilakukan di Terminal 1, 2, dan 3 guna memastikan kelancaran operasional serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Brigjen Pol Tjahyono Saputro selaku Karo PID Divhumas Polri yang dalam hal ini Kasatgas Humas Ops Ketupat 2026,. Didampingi Brigjen Pol M. Ngajib, Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri dalam hal ini selaku Kasatgas Preventif Ops Ketupat 2026 dan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan mengecek langsung kondisi arus penumpang di masing-masing terminal, sekaligus memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan dan pengamanan selama periode mudik. Selain itu, jajaran juga meninjau posko pelayanan yang tersedia di tiap terminal.

Petugas turut memastikan bahwa fasilitas pendukung di posko sangat baik berjalan optimal, termasuk sistem pusat data yang mampu menyajikan informasi secara cepat dan akurat guna mendukung pengambilan keputusan di lapangan. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus mudik serta meningkatkan respons terhadap potensi gangguan.

Tidak hanya itu, rombongan juga berinteraksi langsung dengan para penumpang untuk menyerap aspirasi serta memastikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas, baik dari Kepolisian maupun stakeholder terkait, berjalan dengan baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Brigjen Pol Tjahyono Saputro menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta berjalan lancar dan terkendali.

“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan kami di Terminal 1, 2, dan 3, arus mudik berjalan dengan baik. Tercatat sekitar 191 ribu penumpang telah diberangkatkan melalui kurang lebih 1.200 penerbangan. Pelayanan yang diberikan petugas juga sudah cukup optimal sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi layanan yang dihadirkan, termasuk dukungan mobil antar terminal bagi penumpang yang membutuhkan.

“Ini menjadi bentuk pelayanan tambahan yang sangat membantu masyarakat, khususnya bagi penumpang yang harus berpindah terminal. Kami melihat ini mendapat respons positif dari masyarakat,” tambahnya.

Polri berharap seluruh rangkaian Operasi Ketupat 2026, khususnya di sektor transportasi udara, dapat terus berjalan aman dan lancar hingga akhir masa operasi.

“Mudah-mudahan sampai dengan selesainya operasi ini, seluruh pelayanan penerbangan dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” tutupnya.

Mudik Aman, Keluarga Bahagia


Maskabul

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done