JERAT HUKUM NEWS

Sabtu, 16 Mei 2026

Pertemuan Rutin Muslimat dan Fatayat NU Anak Cabang Kepohbaru Digelar di Ranting Tlogorejo

 


BOJONEGORO | jerathukumnews.net

Muslimat NU dan Fatayat NU Anak Cabang Kepohbaru menggelar kegiatan pertemuan rutin yang berlangsung di Ranting Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (17/5/2026) dini hari.

Kegiatan yang dihadiri para anggota Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama tersebut berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Pertemuan rutin ini menjadi ajang silaturahmi antaranggota sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Nahdliyin, khususnya di wilayah Kepohbaru.

Dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan pengajian dan tausiyah agama yang disampaikan oleh KH Agus Ali. Para jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Panitia kegiatan menyampaikan bahwa pertemuan rutin ini merupakan agenda rutin organisasi sebagai sarana meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, serta memperkuat peran Muslimat dan Fatayat NU dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kekompakan warga Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kepohbaru terus terjaga dan semakin solid dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.

Maskabul

Sedekah Bumi Desa Primpen Bluluk, Tradisi Syukur yang Tetap Lestari

 


LAMONGAN | jerathukumnews.net

Desa Primpen kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan desa tersebut dipadati masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen sekaligus doa bersama demi keberkahan musim tanam berikutnya.

Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan membawa berbagai hasil bumi seperti padi, jagung, pisang, umbi-umbian hingga hasil ternak. Seluruh hasil bumi disusun rapi di area punden Sendang Duwur yang selama ini dianggap sakral oleh masyarakat setempat.

Rangkaian acara diawali dengan kenduri dan doa bersama yang dipimpin para sesepuh desa. Dalam sambutannya, Kepala Desa Primpen Purwanto menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bentuk pengingat agar masyarakat selalu menjaga alam dan menghargai hasil bumi.

“Sedekah Bumi ini bukan sekadar adat. Ini cara kami mengingatkan diri bahwa hasil yang kita nikmati berasal dari bumi dan harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Usai doa bersama, warga menikmati pembagian tumpeng dan makanan kenduri secara bergotong royong. Suasana kebersamaan tampak begitu kental, mulai dari para pemuda yang membantu menata sesaji hingga para orang tua yang berbagi cerita mengenai tradisi Sedekah Bumi dari masa ke masa.

Memasuki malam hari, kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya grup kesenian Tayub Margo Laras dari Desa Banjargondang. Dipimpin Ki Ratno dan dikoordinatori M. Hadisusilo, grup tersebut menampilkan sajian Langen Tayub yang memadukan gamelan tradisional dengan nuansa campursari modern.

Penampilan para waranggono seperti Nyi Retno, Nyi Dita, Nyi Septy dan Nyi Fiolen berhasil menghibur masyarakat dengan tembang Jawa hingga lagu koplo yang akrab di telinga warga. Ratusan penonton tampak antusias mengikuti suasana tayuban dan ikut menyawer sebagai bagian dari tradisi hiburan rakyat.

“Setahun sekali begini rasanya lega. Capeknya hilang kalau sudah dengar gamelan dan lihat tayuban,” kata Suyono, salah satu warga.

Bagi masyarakat Desa Primpen, Sedekah Bumi memiliki makna penting sebagai wujud syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada leluhur, sekaligus perekat sosial antarwarga.

Kepala Desa Primpen Purwanto menegaskan seluruh kegiatan terlaksana berkat swadaya masyarakat dan kekompakan warga desa.

“Ini bukti kekompakan warga Primpen. Kalau guyub, semua bisa berjalan lancar,” ucapnya.

Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi hiburan, tradisi Sedekah Bumi tetap menjadi ruang budaya yang hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Acara ditutup sekitar pukul 23.30 WIB dengan doa bersama dan harapan agar hasil panen tahun depan semakin melimpah serta tradisi leluhur tetap lestari.

Maskabul

Sekam Padi Jadi Komoditas Ekspor, UMKM Binaan Polres Gresik Mendunia

GRESIK | jerathukumnews.net

Limbah pertanian yang selama ini dianggap tak bernilai, di tangan kreatif pelaku usaha lokal justru berubah menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.

Inovasi itu ditunjukkan PT Aji Bakuh Anugrah (ABA), UMKM binaan Polres Gresik yang sukses mengolah sekam padi dan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan berdaya saing internasional.

Keberhasilan tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). Di sela agenda peninjauan kesiapan pengamanan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di Museum Marsinah, Kapolri bersama jajaran Mabes Polri dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto turut mengapresiasi langkah pembinaan ekonomi kerakyatan yang dilakukan Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang mendampingi langsung kunjungan tersebut menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu tumbuh secara ekonomi melalui sektor usaha produktif.

PT ABA sendiri berhasil menembus pasar mancanegara lewat dua produk unggulannya, yakni arang sekam (bio-carbon) dan feedmeal. Produk tersebut diolah dari limbah pertanian yang melimpah di wilayah agraris menjadi bahan bernilai tinggi untuk kebutuhan industri dan peternakan global.

Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku utama dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekonomi berbasis keberlanjutan. Limbah yang sebelumnya terbuang kini diubah menjadi produk biomass, material insulasi industri baja, hingga pakan ternak alternatif yang diminati pasar luar negeri.

Tak hanya mengandalkan inovasi, PT ABA juga mampu menjaga kualitas produk sesuai standar internasional. Produk mereka disebut telah memenuhi spesifikasi pasar Jepang, Korea Selatan hingga Timur Tengah, baik dari sisi kadar air, kualitas karbon, maupun kandungan nutrisi untuk kebutuhan pakan ternak.

Keunggulan lainnya terletak pada efisiensi distribusi. Lokasi Gresik yang dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak memberikan keuntungan logistik sehingga pengiriman ekspor dapat dilakukan lebih cepat dan kompetitif.

Selain itu, legalitas ekspor yang lengkap seperti Certificate of Origin (COO) turut meningkatkan kepercayaan pembeli internasional terhadap produk asal Gresik tersebut.

Direksi PT ABA mengungkapkan bahwa meningkatnya tren penggunaan produk ramah lingkungan di berbagai negara menjadi peluang besar bagi industri berbasis limbah organik.

“Kami mengolah bahan organik bernutrisi menjadi pakan ternak berkualitas. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi bagaimana limbah pertanian Indonesia mampu menjadi solusi bagi ketahanan pangan dan energi global,” ujar perwakilan PT ABA.

Keberhasilan UMKM binaan Polres Gresik ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal mampu bersaing di tingkat dunia. Di tengah isu keberlanjutan yang terus menguat, langkah mengubah limbah menjadi produk bernilai ekspor tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas.

Maskabul

Jumat, 15 Mei 2026

Biadab! Ayah di Lampung Tega Jadikan Anak Kandung Pelampiasan Nafsu, Video Pengakuan Korban Gemparkan Medsos


​Jerathukumnews | Lampung – Sebuah rekaman video pengakuan yang menyayat hati dari seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Lampung mendadak viral setelah diunggah oleh akun Facebook Aura Salsabila.

Dengan suara bergetar dan tatapan penuh trauma, anak di bawah umur tersebut mengungkap tindakan biadab yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

​Dalam kutipan video yang beredar luas tersebut, korban menceritakan kronologi memilukan yang dialaminya.

​"Aku dipaksa, dipukul kalau nggak mau... ayah sering begitu ke aku," ujar korban dalam pengakuannya.

​Keberanian Korban di Tengah Trauma Mendalam
Keberanian sang anak untuk mengungkap tabir gelap di dalam rumah tangganya sendiri menjadi sorotan nasional.

Pengakuan ini dianggap sebagai bukti awal yang sangat kuat bagi aparat penegak hukum untuk segera bertindak. Publik menilai, tidak ada alasan bagi pihak berwenang untuk menunda langkah penyelidikan karena keselamatan korban saat ini menjadi prioritas utama.


Hingga saat ini, publik masih menaruh harapan besar dan menantikan pernyataan resmi serta langkah hukum nyata dari jajaran Polda Lampung.

Kehadiran negara melalui institusi kepolisian sangat diharapkan untuk memberikan rasa aman kepada korban dan memastikan terduga pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

​Poin Desakan Masyarakat:
​Respon Cepat (Quick Response):

1. Meminta kepolisian segera menjemput bola berdasarkan bukti pengakuan yang sudah menjadi konsumsi publik.

2. ​Trauma Healing: Mendesak dinas terkait untuk memberikan perlindungan fisik dan psikologis kepada korban agar trauma ini tidak merusak masa depannya.

3. ​Hukuman Maksimal: Jika terbukti, pelaku harus dijerat dengan hukuman seberat-beratnya karena telah menghancurkan masa depan darah dagingnya sendiri.
 
4. ​Pernyataan Penutup: Video pengakuan berdurasi singkat ini adalah jeritan minta tolong yang tidak boleh diabaikan.

Keberanian anak ini harus dibayar dengan tegaknya keadilan. Profesionalisme kepolisian di Lampung kini menjadi pertaruhan di mata masyarakat luas.

-Yh Pratama

Kamis, 14 Mei 2026

PEMILIHAN BPD DESA CIKANCUNG MEMANAS.



Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cikancung, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, diwarnai protes keras dari salah satu calon anggota BPD, saat proses penghitungan suara di wilayah Kadus 1 yang meliputi RW 01 dan RW 09. 

Situasi sempat memanas setelah Calon Nomor Urut 2, Andi Haerudin, melayangkan keberatan secara terbuka terhadap jalannya proses pemilihan yang dinilai sarat kejanggalan dan tidak mencerminkan asas demokrasi yang adil serta transparan.

Ketegangan terjadi ketika proses rekapitulasi suara berlangsung. Di akhir penghitungan suara, Andi Haerudin mengaku menemukan langsung adanya dugaan permainan uang yang terjadi di lapangan. 

Temuan tersebut memicu reaksi keras dari dirinya hingga suasana lokasi penghitungan sempat memanas dan dipenuhi perdebatan antara calon dengan panitia pelaksana.

Menurut Andi, sejak awal tahapan pemilihan sudah muncul berbagai persoalan yang dianggap mencederai integritas proses demokrasi di tingkat desa. Ia menilai aturan pelaksanaan pemilihan BPD Desa Cikancung tidak dijalankan secara maksimal dan terkesan dipaksakan.

Salah satu sorotan utama muncul saat tahapan penetapan calon dan pengundian nomor urut calon anggota BPD. Dalam proses tersebut, salah satu calon bernama Yari Ardiansyah disebut tidak hadir secara langsung dan justru diwakili oleh ibunya.

Andi mempertanyakan bagaimana tata tertib dan aturan main yang diterapkan panitia, karena menurutnya tahapan penting seperti penetapan calon dan pengundian nomor urut seharusnya dihadiri langsung oleh calon yang bersangkutan.

Selain itu, dirinya juga menyoroti persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dinilai bermasalah. Ia mengaku menemukan banyak data pemilih yang tidak dilengkapi Nomor Induk Kependudukan (NIK), namun tetap dimasukkan dalam daftar pemilih.

Tak hanya itu, sistem pemilih dalam pemilihan BPD tersebut juga dinilai tidak jelas. Menurutnya, pemilih hanya berasal dari lingkup warga tertentu tanpa keterwakilan tokoh masyarakat yang jelas kriterianya.

“Siapa yang dimaksud tokoh itu tidak jelas kriterianya. Tidak ada transparansi. Pemilih hanya berputar di lingkungan tertentu saja. Ini menimbulkan pertanyaan besar terkait objektivitas dan keterwakilan masyarakat dalam pemilihan BPD,” ungkap Andi.

Ia juga mengkritik minimnya waktu sosialisasi dan kampanye yang diberikan kepada para calon. Menurutnya, pengumuman DPT dilakukan terlalu mepet sehingga calon hanya memiliki waktu sekitar dua hari untuk melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada pemilih.

“Kami ini seperti dipaksa bertanding tanpa persiapan yang cukup. DPT diumumkan mepet, waktu kampanye sangat singkat, sementara proses demokrasi seharusnya memberi ruang yang adil kepada semua calon,” katanya.

Dalam pernyataannya, Andi Haerudin meminta dengan tegas agar dilakukan pemilihan ulang khususnya di wilayah Kadus 1 yang meliputi RW 01 dan RW 09. 

Ia menilai proses yang terjadi telah menimbulkan banyak polemik dan berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga BPD sebagai representasi warga desa.

“Saya meminta dengan tegas agar dilakukan pemilihan ulang di wilayah Kadus 1, RW 01 dan RW 09. Demokrasi harus berjalan jujur, adil, dan sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai proses pemilihan BPD ini justru menjadi preseden buruk bagi masyarakat Desa Cikancung,” tegas Andi Haerudin.

Ia berharap pemerintah desa, panitia pemilihan, serta pihak terkait dapat mengevaluasi seluruh tahapan pemilihan BPD agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. 

Menurutnya, BPD merupakan lembaga penting dalam pemerintahan desa sehingga proses pemilihannya harus benar-benar bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. 

(Dayat)





Rabu, 13 Mei 2026

Pemkab Bojonegoro Salurkan BLT DBHCHT Secara Simbolis untuk Buruh Pabrik Rokok Tahun 2026

 


BOJONEGORO | Jerathukumnews.net

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaksanakan penyaluran simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) kepada buruh pabrik rokok di Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan para pekerja sektor industri hasil tembakau yang selama ini turut berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Dalam acara tersebut tampak banner bertuliskan “Penyaluran Simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Buruh Pabrik Rokok Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026”.

Program BLT DBHCHT ini diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi para buruh pabrik rokok, sekaligus menjadi wujud pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi masyarakat pekerja.

Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Hj. Nurul Azizah mendukung penuh program bantuan tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para buruh industri tembakau di Bojonegoro.

Penyaluran bantuan berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari para penerima manfaat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan sehari-hari para buruh dan keluarganya.

Maskabul

MERIAH! Parade Carnival Sound Horeg Semarakkan Hari Jadi Desa Mlinjeng

 

MLINJENG | Jerathukumnews.net

Suasana malam di Desa Mlinjeng berubah meriah saat Pemerintah Desa bersama masyarakat menggelar Parade Carnival Sound Horeg dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa Mlinjeng, Selasa malam.

Kegiatan tersebut berlangsung semarak dan berhasil menarik perhatian ratusan warga dari berbagai wilayah sekitar. Dentuman musik sound horeg, tata lampu warna-warni, hingga iring-iringan kendaraan hias membuat suasana perayaan semakin hidup dan penuh antusiasme.

Parade dimulai dari titik kumpul di balai desa dan melintasi sejumlah jalan utama di Desa Mlinjeng. Warga tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan jalannya acara sejak sore hingga malam hari. Banyak pengunjung juga mengabadikan momen kemeriahan tersebut menggunakan telepon genggam mereka.

Kepala Desa Mlinjeng mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk hiburan rakyat sekaligus sarana mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarwarga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan kekompakan warga Desa Mlinjeng,” ujarnya.

Selain parade sound horeg, acara juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan rakyat dan penampilan seni lokal yang menambah semangat perayaan hari jadi desa. Momentum tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat gotong royong serta menjaga keharmonisan masyarakat.

Perayaan Hari Jadi Desa Mlinjeng tahun ini mengusung semangat “Satu Desa, Satu Hati, Satu Harmoni” sebagai simbol persatuan dan kebersamaan seluruh warga dalam membangun desa yang maju dan rukun.

Maskabul

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done