JERAT HUKUM NEWS

Minggu, 26 April 2026

Diusir dari Pasar hingga Kolong Jembatan: Jeritan Jemaat HKBP Filadelfia Mencari Keadilan



BEKASI | Jerathukumnews.net

Kisah pilu kembali menyelimuti jemaat HKBP Filadelfia. Bertahun-tahun berpindah tempat ibadah, dari Pasar Seng, Perumahan Elok, hingga kini terpaksa beribadah di bawah kolong jembatan, menjadi potret buram wajah toleransi di negeri ini.

Tak hanya kehilangan tempat ibadah yang layak, jemaat juga mengaku kerap mengalami gangguan saat beribadah. Bahkan, tindakan provokatif disebut sengaja dilakukan untuk mengganggu kekhusyukan ibadah.

Kondisi ini dinilai bertentangan dengan nilai luhur Pancasila serta jaminan kebebasan beragama dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Kami hanya ingin beribadah dengan tenang. Apakah itu terlalu sulit di negara yang menjunjung tinggi toleransi?” ujar salah satu jemaat.

Jemaat HKBP Filadelfia kini mendesak pemerintah daerah untuk segera memberikan kepastian hukum, termasuk akses jalan yang layak menuju lokasi ibadah, serta perlindungan dari segala bentuk gangguan.

Mereka berharap negara benar-benar hadir dan tidak menutup mata terhadap kondisi yang telah berlangsung lama ini.

R.S

PAGERSUKMA Gelar Arisan Rutin, Sebagai Ajang Silaturahmi dan Komunikasi di Perantauan

Fhoto Bersama Keluarga besar PAGERSUKMA. Doc. for.wan 

BEKASI | Jerathukumnews.net

Paguyuban Pemuda Perantauan Susukan Manunggal (PAGERSUKMA) kembali menggelar arisan rutinitas sebagai upaya menjaga kekompakan warga Susukan yang merantau di wilayah Jabodetabek. Kegiatan yang berlangsung diselenggarakan dikediaman Mbak Wulan, Cluster Kanaka Residence 2 Setu. Cikarang Barat. Minggu.(26/4/26)

Adapun yang hadir pada acara ini, yang diikuti puluhan anggota lintas generasi sebagai ajang silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan yang kuat diperantauan.

Penasihat PAGERSUKMA, RM. Rhagil Asmara Satyanegoro. Saat ditemui dikantor Redaksi Jerat Hukum news. Menegaskan, bahwa pentingnya pangguyupan perantau ini, untuk dijadikan wadah mempererat tali silaturahmi di perantauan. “Silaturahmi ini, jangan sampai putus. Jadikan PAGERSUKMA sebagai wahana komunikasi dan silaturahmi, supaya tali persaudaraan kita sesama anak Susukan tetap terjaga meski jauh dari kampung halaman,” ujarnya.

Ketua PAGER SUKMA, Eko Sarwanto, yang akrab dipanggil Mas Wanto.saat dihubungi Jerat Hukum news. Mengatakan, bahwa arisan rutin ini, bukannya sekadar ajang kocok nama dan simpan pinjam, tapi Pagersukma tetap menjaga kebersamaan diperatauan sebagai perikat rasa penuh kekeluargaan," Katanya. 

"Pertemuan ini sekaligus menjadi forum diskusi ringan seputar info yang penuh makna, peluang usaha, hingga rencana kegiatan sosial untuk mendukung program pembangunan Desa Susukan Manunggal. “Di rantau, teman sekampung itu sudah seperti saudara. Kalau ada apa-apa, kita yang pertama bantu,” Ucap Wanto.

Lebih Lanjut, Wanto mengucapkan terimakasih kepada tuan rumah telah memberikan tempat dalam kegiatan ini dan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama menu khas Khusus dan apa adanya, dan arisan selanjutnya akan digelar bulan depan dengan sistem tuan rumah bergilir yang akan dilaksanakan pada tanggal.31 Mei 2026 dikediaman Mas Afif/Mbak Yanti di JL. Kebon Kelapa.Kp.Pekopen.Rt.06/07 Desa Tambun- Kecamatan Tambun Selatan. Kabupaten Bekasi.

Bahwa Silaturahmi jangan sampai putus , bahwa

Arisan rutinitas PAGERSUKMA yang sudah berjalan lancar dan cukup lama tentu kita jadikan bukti kalau di rantau kita tetap satu keluarga," Pungkasnya.

#PAGERSUKMA #SusukanManunggal 

#AnakRantau #Silaturahmi #GuyubRukun


(Dani.S/Rina)

Sabtu, 25 April 2026

Polres Blitar Kota Luncurkan SPPG Ketapang Layani 886 Penerima Manfaat Program MBG



KOTA BLITAR | Jerathukumnews.net

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang di Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar resmi diluncurkan.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwjaya Lalo menyampaikan SPPG Ketapang melayani sebanyak 886 penerima di sejumlah lembaga pendidikan di wilayah Tlumpu, mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama.

"Sejak SPPG di kelurahan Tlumpu ini diresmikan pada Jumat (24/4/26) yang lalu, kami sudah layani lebih kurang 886 penerima manfaat," ujar AKBP Kalfaris, Minggu (26/4/26).

Ia menegaskan bahwa sebagai mitra program, Polres Blitar Kota Polda Jatim tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga memberikan perhatian bagi anak-anak, dengan koordinasi antara pengelola dan penerima manfaat.

"Koordinasi terus dilakukan agar setiap kendala bisa segera ditangani, guna menjaga kualitas layanan," tegas AKBP Kalfaris.

Diberitakan sebelumnya,prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Ny Adisty Lalo, dilanjutkan peninjauan fasilitas SPPG pada hari Jumat (24/4/26).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, bersama unsur Forkopimda lainya, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari, Wakapolres Blitar Kota Kompol Subiyantana, serta mantan Bupati Blitar Heri Nugroho.

Dengan bertambahnya SPPG di wilayah Kota Blitar, diharapkan cakupan layanan pemenuhan gizi bagi pelajar di Kota Blitar semakin luas dan merata. 

Maskabul

Rekrutmen Akpol Polda Jatim 2026 Diikuti 276 Peserta, Kompolnas Tekankan Transparansi



SURABAYA | Jerathukumnews.net

Polda Jawa Timur menggelar tes psikologi calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang diikuti 276 peserta. 

Kegiatan ini berlangsung di SMKN 5 Surabaya dan turut diawasi oleh berbagai pihak, termasuk Kompolnas, Sabtu(25/4/2026)

Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H.. menyampaikan,tahapan ini merupakan bagian awal dari rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2026.

“Pelaksanaan tes dilakukan satu hari ini, kemudian dilanjutkan tahapan berikutnya untuk Bintara dan Tamtama,” ujar Kombes Sih Harno.

Ia menambahkan, proses seleksi ini tidak hanya diawasi internal seperti Itwasda, Propam, dan tim psikologi, tetapi juga melibatkan pengawasan eksternal dari Kompolnas.

“Kami juga mendapat kunjungan dari Kompolnas, selain diawasi internal oleh Itwasda, Propam, dan tim psikologi. Harapannya tes hari ini berjalan baik karena rekrutmen Polri berprinsip BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” tambah Kombes Sih Harno.

Sementara itu, Kompolnas Mohammad Choirul Anam yang hadir langsung melakukan pemantauan menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam proses seleksi.

“Hari ini tim kami berada di SMKN 5 Surabaya untuk melihat langsung tes seleksi Akpol. Semangatnya adalah akuntabilitas, tidak boleh ada kecurangan atau pelanggaran hukum dalam proses ini,” tegas Anam.

Ia menjelaskan, mekanisme rekrutmen Polri saat ini bersifat partisipatif, baik dengan melibatkan masyarakat maupun peserta seleksi itu sendiri sebagai bagian dari pengawasan.

“Partisipatif itu ada dua konteks, melibatkan masyarakat seperti himpunan psikologi, dan yang paling penting peserta sendiri menjadi bagian dari pengawasan karena sistemnya terbuka,” jelas Anam

Anam juga memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan, mulai dari keterbukaan informasi hingga pencegahan potensi kecurangan.

“Kami cek apakah peserta mendapat informasi yang cukup, kemudian memastikan tidak ada alat elektronik yang dibawa. Semua disimpan di satu tempat yang bisa dilihat bersama sebagai upaya menutup peluang kecurangan hingga nol persen,” ungkapnya.

Selain itu, hasil tes juga dapat langsung diketahui peserta setelah ujian selesai, sehingga transparansi semakin terjaga.

“Setelah ujian, hasil bisa langsung terlihat. Kalau ada komplain, peserta bisa langsung melapor ke panitia,” imbuh Anam

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Kalau ada yang menjanjikan bisa meluluskan menjadi anggota Polri dengan meminta uang, jangan dipercaya,” tegas Anam.

Menurutnya, kualitas rekrutmen akan menentukan kualitas institusi Polri ke depan.

“Masa depan negara hukum ini ditentukan oleh kualitas kepolisian. Kepolisian yang baik diawali dari proses rekrutmen yang baik, dengan individu-individu berkualitas,” pungkas Anam. 

Maskabul

JANJI TINGGAL BANGKAI JANJI! Warga Tanjungrejo Murka, Bupati Probolinggo, DLH dan Komisi III Dinilai Loyo di Hadapan Tambang

PROBOLINGGO | Jerathukumnews.net

Kesabaran masyarakat Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, tampaknya benar-benar sudah habis. Setelah terlalu lama dijejali janji, rapat, dan ucapan normatif, warga kini melontarkan tamparan keras kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga Komisi III DPRD Probolinggo yang dinilai lebih banyak beretorika daripada bekerja.

Sorotan publik kini mengarah tajam kepada Bupati Probolinggo, DLH, serta salah satu anggota Komisi III, Deni Ilhami. Sosok yang sebelumnya dielu-elukan sebagai harapan rakyat kini justru dipandang gagal menjawab jeritan masyarakat kecil yang terus menunggu keadilan.

‎Pemicunya adalah pernyataan Deni Ilhami saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kecamatan Tongas beberapa waktu lalu. Saat itu ia menyebut persoalan tambang tinggal menunggu kesepakatan kerja sama antara pihak tambang dan dinas terkait. Namun sampai hari ini, ucapan itu dianggap tak lebih dari kalimat kosong yang menguap tanpa jejak.

Bagi warga Tanjungrejo, kata-kata manis pejabat kini terdengar seperti kaset rusak: berulang, bising, tetapi tak pernah menghasilkan apa-apa.

‎Salah satu warga, NR (60), mengaku sangat kecewa. Ia menyebut kehadiran wakil rakyat yang sempat membangkitkan harapan kini justru meninggalkan luka dan rasa dikhianati.

‎“Saya ini sudah tua, Mas. Kemarin saya sangat bersemangat dengan hadirnya Mas Deni, karena harapan kami satu-satunya. Tapi nyatanya sampai sekarang juga tidak ada tindakan tegas,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kekecewaan warga tak berhenti di situ. Menurut NR, masyarakat semula menganggap Deni Ilhami sebagai “macan”-nya Probolinggo—figur yang berani menggigit ketidakadilan. Namun yang terlihat kini justru macan ompong, garang di forum, diam di lapangan.

‎“Kami kira beliau macannya Probolinggo, ternyata sepertinya juga tunduk di depan tambang,” katanya.

Tak hanya Komisi III, warga juga menilai Bupati Probolinggo dan DLH gagal menunjukkan keberanian. Ketika rakyat menuntut perlindungan, yang muncul justru sikap lamban, aman, dan penuh alasan. Ketika masyarakat meminta tindakan, yang datang malah pembiaran berkepanjangan.

‎Di mata warga, pemerintah terlalu nyaman berlindung di balik kata “legalitas”, seolah secarik izin bisa menghapus penderitaan rakyat dan membenarkan semua kerusakan.

‎“Kalau cuma modal legalitas lalu bisa merampas hak masyarakat, berarti HAM itu tidak ada gunanya. Kami sudah tidak terlalu berharap kepada pemerintah, institusi, dan instansi. Karena kami tahu mereka belum cukup berani menindak pengusaha,” tegasnya.

Pernyataan paling pedas pun terlontar dari warga yang merasa negara gagal hadir di tengah rakyatnya sendiri.

‎“Indonesia belum merdeka. Tanjungrejo kembali ke zaman kolonial,” pungkasnya dengan nada geram.

Ucapan warga itu bukan sekadar emosi. Itu adalah alarm keras bahwa kepercayaan publik sedang runtuh. Jika pejabat terus memilih diam, maka rakyat akan menilai mereka bukan tidak tahu masalah, melainkan sengaja menutup mata.

‎Kini publik menunggu: apakah Bupati Probolinggo, DLH, dan Komisi III masih akan terus bersembunyi di balik meja rapat dan stempel administrasi, atau akhirnya berani berdiri bersama rakyat?

‎Sebab jabatan tanpa keberanian hanyalah gelar kosong. Kekuasaan tanpa keberpihakan hanyalah pajangan. Dan pemerintah yang takut kepada pengusaha, akan selalu kehilangan wibawa di hadapan rakyatnya sendiri.

((saikhu))

Januar Zebua terpilih Ketua DPD HIMNI Jawa Barat Musda IV Periods 2026-2030

 


CIMAHI | Jerathukumnews.net

Musda  (musawarah Daerah) ke IV, DPD HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) yang dilaksanakan di Cimahi disalah  satu gedung Alam Wisata Cimahi berjalan dengan baik, Januar Zebua terpilih menjadi Ketua DPD HIMNI Jawa Barat. 25/04/2026.

Berlangsungnya Musdah ke IV DPD HIMNI jawa Barat tahun 2026 di salah satu gedung  Alam Wisata Cimahi (AWC) berjalan dengan baik Dan penuh ke bahagiaan dimana seluruh DPC jawa Barat menghadiri Musdah  ke IV tersebut. 

Januar Zebua terpilih sebagai pengurus Ketua DPD HIMNI Jawa Barat periode 2026-2030, dipilih langsung KSB DPC HIMNI Jawa Barat dalam Musda Ke IV. 

Di gedung Alam Wisata Cimahi yang memiliki suara paling terbanyak. 

Januar Zebua saat menyampaikan kata sambutan didepan Musda tersebut" Saya tidak tau apakah Saya terpilih jadi Ketua DPD HIMNI jawa Barat ini musibah atau berkat bagi Saya " Sontak semua hadiri ketawa Dan mengaminkan "berkat,...!!berkat...!!! " Sebagai bentuk dukungan kepada Ketua DPD HIMNI Jawa Barat terpilih, lanjutnya "Saya akan komitmen untuk memajukan HIMNI Jawa Barat kita akan menjangkau semua DPC Dan menghidupkan HIMNI di Jawa Barat"ucapnya. 

Sambutan Wakil Ketua Umum Yasoaro Zai menyampaikan bahwa HIMNI sekarang sudah berada di 25 provinsi satu perwakilan di luar negri eropa Dan sekitarnya dan 165 DPC kabupaten kota. HIMNI merupakan keluarga besar Ono Niha yang sifatnya Nasional, oleh karena itu diharapkan untuk DPD HIMNI di Jawa Barat ini, Bisa Berkolabrasi dengan ormas-ormas yang Ada di Jawa Barat baik, ormas yang Nias maupun diluar Nias sesuai Peribahasa "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" 

Kita harus bekerja sama dengan pemerintah setempat, kita ini Masyarakat Jawa Barat yang berasal dari Nias. 

Ketua panitia Musdah ke IV DPD HIMNI jawa Barat John Waruwu SH, MH. "Puji Tuhan semuanya berjalan dengan lancar Tanpa Ada hambatan ujarnya kepada awak medi. di akhir dengan yel-yel Himni, Salam HHIMNI.....!, bersatu kita Bisa, Salam Pariwisata.....!, Nias Pulau Impian, Tutupnya. 

A. Ndraha

Goreskan Pena Sejati, Jadilah Agen Informasi yang Mencerahkan



BEKASI | Jerathukumnews.net

Goreskan pena dengan kejujuran, keberimbangan, dan integritas. Hindari menghakimi secara sepihak, serta hadirkan informasi yang utuh dan dapat dipercaya. Pers bukan sekadar penyampai berita, tetapi agen informasi yang dibutuhkan masyarakat luas—penjaga akal sehat publik, bukan alat ketakutan.

Menjelang peringatan Hari Pers Sedunia ke-33 pada 3 Mei 2026, momentum ini menjadi refleksi penting bagi insan pers di seluruh dunia. Hari yang diperingati oleh berbagai organisasi media global ini bukan hanya seremoni, melainkan pengingat akan nilai fundamental: kebebasan pers, keberanian menyuarakan kebenaran, dan tanggung jawab terhadap publik.

Pada hari tersebut, para jurnalis mengenang perjuangan panjang dalam mencari, mengolah, dan menyampaikan fakta. Di tengah berbagai tantangan—baik tekanan, disinformasi, maupun dinamika kepentingan—pers tetap berdiri sebagai pilar demokrasi yang tak tergantikan.

Di Indonesia, peringatan ini juga menjadi ruang untuk mengapresiasi kontribusi pers dalam membangun kesadaran masyarakat, menjaga transparansi, serta mengawal jalannya demokrasi. Kepercayaan publik terhadap media harus terus dirawat melalui karya jurnalistik yang profesional, berimbang, dan beretika.

Selamat Hari Pers Sedunia 2026.

Teruslah menulis dengan nurani, menyuarakan kebenaran, dan menjadi cahaya bagi masyarakat.

Salam kompak selalu,

AWPI Kompak!

3X AWPI Jaya!

Lembu Maspatriot.. 234 🔥✒️


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done