JERAT HUKUM NEWS

Rabu, 11 Februari 2026

Sopir Truk Mafia Solar di Pakis Kabur Saat Digerebek Media

MALANG | Jerathukumnews.net

Praktik penimbunan BBM bersubsidi jenis solar kembali terbongkar di sebuah SPBU di wilayah Pakis Haji Kabupaten Malang, Kamis (12/02/2026) dini hari. Seorang sopir truk yang kedapatan melakukan pengisian ilegal (ngetap) melarikan diri saat akan dimintai keterangan lebih lanjut.

Kronologi Kejadian

Aksi ilegal ini terdeteksi sekitar pukul 00.00 WIB.  Nopol Kendaraan Jenis Truk AE 9269 BE

yang digunakan telah dimodifikasi dengan tangki ganda di sisi kanan dan kiri guna menampung solar melebihi kapasitas normal.

Berdasarkan aturan Pertamina, batas maksimal pengisian adalah 500 liter per barcode dan tidak boleh dilakukan berulang.

Saat diklarifikasi di lokasi, sopir truk sempat mengaku bekerja untuk seorang pria berinisial M, yang diduga kuat sebagai pemilik sekaligus penimbun solar tersebut. Namun, saat berpura-pura hendak memarkirkan kendaraan di tepi jalan, sopir tersebut langsung memacu gas dan kabur dari lokasi.

Dugaan Keterlibatan Oknum SPBU 54.651.01 Jl.Raya Genengan 01 KEC.Pakis Haji Kab.Malang

Kuat dugaan adanya kerja sama antara pihak operator SPBU dengan pelaku. Operator SPBU yang diperiksa mengungkapkan bahwa lokasi gudang penimbunan hanya berjarak sekitar 800 meter dari SPBU. Meski sebelumnya kepolisian di wilayah Situbondo telah menyita 15 ton solar dari kasus serupa, jaringan mafia ini disinyalir tetap nekat beroperasi secara sembunyi-sembunyi.

Aspek Hukum dan Sanksi

Penasehat Hukum, Dancer Sitompul, S.H., menegaskan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran berat terhadap konstitusi dan Undang-Undang ESDM.

 * Dasar Hukum: Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

 * Sanksi: Ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar.

Regulasi Tambahan: Perpres No. 191 Tahun 2014 dan SE Menteri ESDM No. 13/2017 secara tegas melarang penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk kepentingan pribadi.

Masyarakat mendesak Pertamina dan aparat kepolisian segera menindak tegas oknum SPBU serta jaringan mafia solar yang merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah tersebut.

(Saikhulloh/Riangga.S)

Diduga Imam Pelaku Penabrak Lakalantas Yang Merenggut Nyawa Di Kota Dumai Bebas Berkeliaran, Kapolresta Dumai Diminta Jangan Diam Saja

DUMAI | Jerathukumnews.net

Berdasarkan pantauan dan informasi Awak media himpun di lapangan, diduga terjadi kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di Kota Dumai provinsi Riau yang mana satu unit mobil Pajero sport diduga menabrak 2 orang korban.

Adapun mobil Pajero sport Penabrak 2 korban tersebut diduga milik dan dikemudikan oleh Imam oknum pegawai Pertamina Dumai. Yang mana korban yang ditabrak diduga oleh Imam sempat dirawat di RS dan yang satunya meninggal Dunia.

Dari kejadian tersebut yang mana Imam diduga Penabrak Korban tidak bertanggung jawab dan bebas berkeliaran tanpa merasa bersalah.

Hal ini menjadi sorotan publik kepada Satlantas Polresta Dumai dan Kapolresta Dumai tidak menegakkan hukum yang dilakukan oleh Imam yang diduga Penabrak 2 orang korban yang bernama Pak Adi dan Istrinya.

Sejumlah narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan "Ini penegakan Hukum di Polresta Dumai seperti apa sih, kok bisa Penabrak 2 orang korban yang bernama Pak Adi dan Istrinya meninggal dibiarkan berkeliaran dengan bebas, kok tidak ditangkap." Rabu (11/02/2026)

"Itu sudah jelas kriminal, kenapa tidak di tangkap oleh Kasat Lantas Polresta Dumai, apa karena Penabrak nya orang Kaya dan berpengaruh, jadi dibiarkan saja, atau apa karena korbannya orang susah makanya tidak dipedulikan, kalau seperti itu hancur lah penegakan hukum jadinya." Cetus sejumlah narasumber

"Diminta Kapolresta Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang untuk bertindak tegas menangani ini semua, tangkap pelaku Penabrak 2 orang korban itu, jangan pandang bulu, tegakan hukum di garis yang lurus, tangkap Penabraknya dan hukum yang setimpal." Pungkasnya


Penulis : Eriyanto Sidabutar

Sambut Ramadhan 1447 H, RSUD Cicalengka Gelar Tarhib Ramadhan: Direktur Ajak Pegawai Perkuat Iman dan Tingkatkan Layanan Humanis

 

BANDUNG | Jerathukumnews.Net 

Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, RSUD Cicalengka menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan yang diikuti oleh seluruh pegawai, mulai dari tenaga medis, paramedis, hingga jajaran manajemen, pada Selasa (10/02/2026) kemarin.

Kegiatan yang berlangsung di Mesjid RSUD Cicalengka tersebut digelar dengan penuh khidmat dan suasana kebersamaan. Sejak pagi hari, para pegawai tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah keagamaan, doa bersama, serta refleksi menyambut bulan penuh ampunan.

Tarhib Ramadhan kali ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum spiritual bagi seluruh insan rumah sakit untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bulan suci yang sarat makna.

Dalam tausiyahnya, penceramah mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki niat dalam bekerja, serta menumbuhkan semangat empati kepada pasien. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian ditekankan sebagai fondasi pelayanan kesehatan yang bermartabat.

Direktur RSUD Cicalengka, Mulja Munadjat, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan Tarhib Ramadhan merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan nilai spiritual.

“Tarhib Ramadhan ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut bulan suci. Sebagai insan kesehatan, kita memiliki tanggung jawab besar, bukan hanya memberikan pelayanan medis yang optimal, tetapi juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan dan empati kepada setiap pasien,” ujar Mulja Munadjat pada awak Media Jerathukumnews.net

Ia menegaskan bahwa Ramadhan harus menjadi energi positif untuk meningkatkan kedisiplinan dan kualitas pelayanan di lingkungan rumah sakit.

“Saya mengajak seluruh pegawai RSUD Cicalengka untuk menjadikan Ramadhan 1447 H sebagai titik awal memperbaiki niat, memperkuat integritas, dan meningkatkan etos kerja. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang kualitasnya hanya karena kita sedang berpuasa. Justru sebaliknya, Ramadhan harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih tulus, lebih sabar, dan lebih profesional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mulja Munadjat berharap suasana kebersamaan yang terbangun dalam Tarhib Ramadhan ini mampu mempererat solidaritas antarpegawai.

“Kebersamaan yang kita rasakan hari ini harus terus kita jaga. Rumah sakit adalah tempat pelayanan publik yang membutuhkan kerja tim yang solid. Dengan hati yang bersih dan niat yang lurus dalam menyambut Ramadhan, saya optimis RSUD Cicalengka akan semakin dipercaya masyarakat sebagai rumah sakit yang unggul, humanis, dan berintegritas,” tambahnya.

Kegiatan Tarhib ditutup dengan doa bersama agar seluruh pegawai diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa serta tetap maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama bulan Ramadhan.

Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan mewarnai akhir kegiatan, menandai kesiapan seluruh keluarga besar RSUD Cicalengka dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan semangat baru dan komitmen pelayanan yang lebih baik. 

(Dayat)

Selasa, 10 Februari 2026

Kapolri Terjunkan Satgas Pangan Jaga Stabilitas Harga Bapokting Saat Ramadan

JAKARTA | Jerathukumnews.net

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) menjelang bulan suci Ramadan. Dia menginstruksikan Satgas Pangan Polri untuk segera bergerak melakukan intervensi guna mencegah lonjakan harga yang bisa membebani masyarakat.

"Kita menyadari bahwa di setiap mendekati bulan Ramadan, kecenderungannya ada potensi harga meningkat, sehingga kemudian itu juga menjadi pembahasan kami," ujar Jenderal Sigit di sela-sela Rapim Polri 2026 di TMII, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026).

Sigit menegaskan Polri tidak ingin momentum Ramadan terganggu oleh adanya oknum yang mencoba memainkan harga atau menghambat distribusi. Ia meminta jajarannya memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) di pasar tetap aman dengan harga yang terjangkau

Untuk mengawal kebijakan ini, Jenderal Sigit memerintahkan Satgas Pangan Polri untuk meningkatkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Kolaborasi ini dilakukan untuk memetakan jalur distribusi dan titik-titik rawan terjadinya kelangkaan barang.

"Selama bulan Ramadan seoptimal mungkin kita jaga agar harga-harga, khususnya sembilan bahan pokok, bisa kita jaga. Ini juga menjadi pembahasan yang akan dilakukan oleh Polri, yang di dalamnya ada Satgas Pangan, dengan kementerian terkait," tegasnya.

Selain fokus pada harga di pasar, Kapolri juga menyoroti pentingnya stabilitas ekonomi secara makro agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Penanganan bapokting ini menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 yang dikawal penuh oleh korps Bhayangkara.

Pantauan di lokasi Rapim Polri 2026, sejumlah menteri seperti Menteri Pertanian dan Menko Bidang Pangan juga hadir memberikan paparan. Hal ini memperkuat sinyal bahwa pemerintah dan Polri akan berfokus pada penguatan ekosistem pangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan fluktuasi harga di hari besar keagamaan.

Agus

Polda Babel Komitmen Dukung Swasembada Jagung, Siapkan Strategi 1 Desa 1 Hektar Lahan

BABEL | Jerathukumnews.net

Polda Bangka Belitung dan jajaran menyampaikan komitmennya untuk siap mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan melalui swasembada jagung.

Diketahui, Polda Babel telah menyiapkan lahan seluas 229 hektar lahan dari target lahan yang diberikan dari pusat seluas 460 hektar sampai 700 hektar sebagai lokasi tanam jagung.

"Polda Babel diberikan target dari pusat itu minimal 460 hektar sampai maksimal 700 hektar. Hingga saat ini sudah terdeklarasi 229 hektar atau sudah 50%, insyaallah dalam waktu dekat ini semakin nambah minimal target bisa tercapai,"kata Karo SDM Polda Babel Kombes Pol Rimsyahtono, Selasa (10/2/26).

Untuk memenuhi target itu, kata Rimsyahtono, pihaknya telah membuat strategi-strategi dalam mendukung swasembada jagung ini khususnya di Babel.

Salah satunya ialah mengerahkan personel Bhabinkamtibmas untuk mendukung kelompok tani diwilayahnya dengan menyiapkan 1 Desa 1 hektar.

"Strategi kita 1 Desa 1 Hektar, makanya Kapolsek menggiatkan Bhabinkamtibmasnya untuk semangat menyiapkan dan mengajak kelompok tani untuk mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan menyiapkan swasembada pangan sehingga bisa menyuplai ketersediaan jagung di dalam negeri,"ungkapnya.

Rimsyahtono juga membeberkan keterbatasan lahan yang tidak sesuai dengan lahan pertanian jagung menjadi kendala termasuk mengajak para kelompok tani beralih ke jagung.

Namun, lanjut Rimsyahtono, pihaknya menyebutkan sudah mencari solusi terkait kendala itu dengan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Babel. 

"Kendala keterbatasan lahan ada, katanya di Babel tidak sesuai dengan pertanian jagung. Tapi kita sudah berkordinasi dengan Dinas Pertanian, itu bisa diupayakan dan ada treatmen terhadap tanah sehingga bisa ditanami,"bebernya.

Sebelumnya, Polda Babel juga telah menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan yang berlangsung di Mapolda, Selasa pagi.

Rakor ini dipimpin langsung Wakapolda Babel Brigjen Pol Murry Mirranda yang diikuti oleh seluruh Pejabat Utama dan Wakapolres jajaran.

Agus

Hilangnya Kepercayaan Masyarakat Terhadap Kepemimpinan Kepala Desa Segara Makmur

BEKASI | Jerathukumnews.net

Kembali ditemukan sebuah data di mana ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan kepala desa segara makmur kecamatan taruma jaya Nurmansyah, yang di peti es kan oleh bupati bekasi, dinas DPMD serta kajari kabupaten bekasi, kata Eko Setiawan ketua FKMPB

Setelah adanya laporan dari masyarakat dan bukti bukti yang disampaikan, Eko Setiawan akan membuka kembali kasus ini, apa dan kenapa sehingga suara masyarakat yang sudah ditandatangani oleh para rt/rw nya lengkap dengan nama dan stempelnya tak ada respon sama sekali baik dari bupati, dinas DPMD dan juga kajari kabupaten bekasi, lalu apa yang di prioritaskan di kabupaten bekasi bila hukum dan para elit pejabat dinas sudah diduga berkonsfirasi mempeti es kan kasus ini, ungkap Eko Setiawan, kalian kan pelayan masyarakat bukan pemangku jabatan yang bekerja hanya buat perut kalian, seharusnya tanggap dan respon dengan apa yang disampaikan masyarakat, bukan malah diam tetapi bergerak cari atm ucap, Eko Setiawan.

Nurmansyah adalah kepala desa PAW, bukan atas pilihan masyarakat, sementara suara masyarakat tak di dengar dan malah di bekukan, lalu regulasi pemerintahan kabupaten memang makin jelas nyata dan terbukti bahwa bobroknya akhlak para oknum pejabatnya, mereka tutup kuping, gaji dan fasilitas yang mereka dapat adalah pajak rakyat, tapi rakyat tak di dengarkan.....

Terang Eko Setiawan yang memang selalu bergerak melalui proses komunikasi untuk meluruskan permainan regulasi.

Dalam waktu dekat ini Eko Setiawan akan kembali mengangkat masalah ini dan meminta kejadian ini tak terulang dan berlarut.

Kami akan ke KPK dan kejaksaan agung karena banyaknya kejanggalan atas proses tersebut.

Bukti pelaporan ke kajari dan surat ke bupati.

Kami menduga ada permainan makanya walaupun data jelas kasus tetap peti es.


Red

Senin, 09 Februari 2026

Anniversary ke-8 PPKLK Gelar Ebeg Kebumenan



KEBUMEN | Jerathukumnews.net

Bertempat di halaman SMP-SMK 10 Nopember desa Karangmaja kec. Karanggayam ratusan orang hadir menyaksikan kemeriahan pagelaran kesenian ebeg Kebumenan. 

Pada pagelaran pada Minggu Paing 25 Januari 2026 dalam rangka Ulang tahun ke-8 Paguyuban Pecinta Kuda Lumping Kebumen ( PPKLK) tersebut selain ditampilkan grup ebeg Putra Laras Budaya dari Dk. Wanayasa DS. Karangmaja kec. Karanggayam yang berkolaborasi dengan beberapa grup ebeg lainnya, juga ada acara Potong Tumpeng. Bahkan yang menarik pada sesi pertama ditampilkan penari ebeg yang masih usia anak-anak dan remaja, mereka masih sekolah antara kelas 4 SD sampai kelas 7 SMP.

Menurut Agung Nugroho selaku Ketua Umum PPKLK, Pada tahun 2018 paguyuban awalnya digagas oleh Wardi Watulawang bersama sesama beberapa pecinta kuda lumping atau ebeg, disamping bertujuan menghimpun para pecinta kesenian ebeg untuk turut melestarikan kesenian tradisional ebeg di Kebumen, juga turut serta menjaga agar setiap pertunjukan ebeg dapat berlangsung secara tertib dan lancar.

Lebih lanjut Agung berharap kedepan PPKLK semakin kopak, sehingga dapat mengadakan kegiatan anniversary secara bergilir di tempat lain. Dan generasi muda bisa mempertahan kan kesenian ebeg yang ada di Kebumen.

Hadir pada acara tersebut pengurus Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kab. Kebumen yang diwakili Koordinator Bidang Seni dan Tradisi lisan DKD Pekik Sat Siswonirmolo dan Kepala desa Karangmaja Tunjang Mugiono dan beberapa tamu undangan yang merupakan perwakilan pengurus grup ebeg di Kebumen Ebeg.

Dalam sambutannya Kepala desa Karangmaja Tunjang Mugiono menyampaikan apresiasi pada anniversary PPKLK yang ke-8, juga berharap PPKLK semakin berkembang, kompak dan memberi manfaat pada kesenian ebeg di Kebumen. Secara umum Tunjang Mugiono selaku pemerintah desa siap mendukung pelestarian dan pengembangan kesenian yang ada di desa Karangmaja.

Menurut Koordinator Bidang Seni dan Tradisi Lisan DKD Pekik Sat Siswonirmolo, dengan tampilnya penari ebeg yang masih anak-anak dan remaja, menunjukan bahwa pada komunitas kesenian ebeg telah berkomitmen untuk melakukan regenerasi, pengkaderan pada generasi muda.

Red

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done