Gebyar Lagen Tayub Seni Karawitan Mardi Budoyo: Meriahkan Resepsi Khitan di Kepohbaru
BOJONEGORO | jerathukumnews.net
Suasana meriah dan penuh nuansa budaya Jawa akan menyelimuti Dusun Druju, Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, pada tanggal 19 Mei 2026. Pada hari itu, akan diadakan acara istimewa bertajuk Gebyar Lagen Tayub Seni Karawitan Mardi Budoyo, yang menjadi puncak kemeriahan resepsi khitan bagi Ananda Andra, Faezhya, dan Raffa.
Kelompok seni karawitan Mardi Budoyo yang dipimpin oleh Bapak Kasdam atau yang dikenal juga dengan nama panggung Mas Bowo Kanor Bojonegoro, siap menyajikan pertunjukan seni tayub yang memukau dan mempesona. Di bawah arahan Pramugari Ki Heruadi, penampilan ini akan semakin hidup dengan kehadiran para waranggono berbakat, yaitu Nyi Wantika Wulandari, Nyi Supriyati, dan Nyi Adel. Mereka akan mempersembahkan gerakan tari dan nyanyian yang memadukan kehalusan budaya dengan semangat kebersamaan, menjadi daya tarik utama bagi seluruh tamu undangan.
Acara ini diselenggarakan atas nama keluarga besar Shahibul Hajat: Bapak Agus Sarwadi (akrab disapa Gundul), Bapak Sumadji (P.Mar), Ibu Krimawati (Mbk Mar Lele), serta Ibu Wahyuni (Mak Lele). Bagi keluarga, pertunjukan seni karawitan ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud rasa syukur dan kebahagiaan atas terselesaikannya acara khitan ketiga anak tercinta, sekaligus cara melestarikan warisan budaya leluhur di tengah masyarakat.
Seperangkat alat musik gamelan yang megah akan mengiringi setiap irama, menghadirkan suasana khas seni Jawa Timur yang kental dan berkarakter. Pertunjukan ini juga didukung oleh tenaga ahli di bidang suara dan panggung, yakni NSK Sound System, Studio, dan L Bass Electone, yang siap menjamin kualitas suara yang jernih dan mendukung kelancaran acara dari awal hingga selesai.
Lokasi acara bertempat di Dusun Druju RT.015/RW.004, Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Diharapkan, kehadiran seni tayub Mardi Budoyo ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga, sekaligus mengingatkan kembali akan kekayaan budaya daerah yang patut dibanggakan dan dijaga kelestariannya.
Masyarakat sekitar dan para pecinta seni budaya pun diundang untuk hadir dan turut memeriahkan momen bahagia ini, menikmati keindahan irama karawitan dan gerakan tari yang menjadi identitas seni tradisional Bojonegoro.
Maskabul






