Breaking News

Bantahan Raymond Ali Viral, Jawir Minta Bupati Copot Staf Pemasaran Disbun yang Gemar Cari Muka!

 


JeratHukumNews | Muara Enim - Jagat media sosial dan dunia komoditas perkebunan di Bumi Serasan Sekundang mendadak gempar. Aksi klaim sepihak (akuisisi klaim) akun resmi Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim (@disbun_muaraenim) berbuntut panjang setelah fakta riil di lapangan dibongkar habis oleh publik.

​Kopi jenis Liberika asal Semendo terbukti sukses menembus pasar internasional dengan mengirimkan satu kontainer pasokan langsung ke negara Malaysia. Mirisnya, prestasi mendunia ini dirintis secara mandiri oleh putra daerah melalui jaringan Trade Expo Indonesia dengan menumpang di booth pameran milik Kabupaten Lahat, lantaran kurangnya perhatian dan akomodasi dari instansi terkait di tanah kelahiran sendiri.

​Namun keanehan terjadi saat keberhasilan ekspor mandiri ini mencuat. Akun resmi Dinas Perkebunan Muara Enim secara tiba-tiba muncul di kolom komentar publik dan mengklaim seolah-olah kesuksesan internasional tersebut adalah buah dari binaan dan andil kerja keras institusi mereka. Aksi "asal klaim" ini langsung memicu reaksi keras dan bantahan terbuka dari pihak @muaraenimcoffee serta sang barista nasional Raymond Ali yang secara tegas menyatakan tidak pernah ada keterlibatan dari dinas tersebut.

​Menyaksikan fenomena memuakkan ini, pegiat kontrol sosial sekaligus Youtuber kritikus kenamaan, Jawir di Sumatra, langsung meledak dan melayangkan kritik super tajam.

"Ini benar-benar kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging! Dinas Perkebunan Muara Enim ini sukanya cari muka dan doyan 'membegal' panggung prestasi orang lain demi pencitraan instan. Logikanya di mana? Petani berjuang sendiri, promosi internasional bahkan sampai harus menumpang di booth kabupaten tetangga (Lahat), begitu sukses tembus ekspor satu kontainer ke Malaysia, dinasnya tanpa malu langsung nongol mau klaim itu binaan mereka. Ini dinas pembina atau benalu perkebunan?!" semprot Jawir


​Jawir juga menambahkan bahwa tingkah laku birokrasi yang gemar melakukan klaim digital ini merupakan bentuk pelarian dari ketidakmampuan mereka dalam membenahi masalah mendasar di tingkat akar rumput, termasuk isu rantai pasok kopi.

"Jangan biasakan asal nge-claim keringat orang lain untuk menutupi rapor merah kinerja di lapangan! Informasi yang kami endus dari lapangan, ruang gerak petani di bawah justru diduga sering ditekan, dipaksa, dan diarahkan ke rantai pasok atau tengkulak tertentu di luar daerah dengan harga yang mencekik. Jadi jangan salah kalau petani lebih memilih bergerak independen. Saya tantang dinas ini, berani tidak buka-bukaan data secara forum terbuka seperti yang ditantang masyarakat di medsos? Jangan cuma berani klaim sepihak di kolom komentar!" cetus Jawir.


​Menutup statemennya, Youtuber kritikus ini meminta Bupati Muara Enim untuk segera mengevaluasi total mentalitas aparatur di Dinas Perkebunan, terutama di bagian kehumasan dan pemasaran yang dinilai sudah menjadi beban daerah dan merusak citra pemerintah di mata pelaku usaha internasional.

"Kopi Semendo itu mendunia karena kualitas tanahnya dan cucuran keringat petaninya, bukan karena kelihaian admin Instagram dinas dalam mencaplok prestasi. Kalau Pak Bupati ingin ekonomi daerah ini benar-benar maju, bersihkan segera oknum-oknum yang kerjanya cuma duduk manis nunggu viral lalu pansos. Copot staf pemasaran yang tidak becus kerja dan berikan hak, fasilitas ekspor yang riil, serta kemerdekaan pasar bagi seluruh petani kopi di Bumi Serasan Sekundang!" pungkas Jawir tegas.


RED 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - JERAT HUKUM NEWS | SUPPORT PIXINDONESIA DIGITAL SOLUTION