Harga Jagung Anjlok, Petani Jejalen Jaya Keluhkan Biaya Produksi Tinggi dan Kelangkaan Pupuk - JERAT HUKUM NEWS

Selasa, 02 Juni 2026

Harga Jagung Anjlok, Petani Jejalen Jaya Keluhkan Biaya Produksi Tinggi dan Kelangkaan Pupuk

 

BEKASI | jerathukumnews.net

Petani jagung di Kampung Jejalen Jaya, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan anjloknya harga jual jagung yang tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi yang harus mereka keluarkan selama proses budidaya hingga masa panen.

Saat ini para petani tengah memasuki musim panen raya. Namun, hasil panen yang melimpah justru tidak memberikan keuntungan yang memadai karena harga jagung di tingkat petani dinilai sangat rendah. Kondisi tersebut membuat para petani kesulitan menutupi biaya produksi yang terus meningkat, mulai dari pembelian benih, pupuk, obat-obatan pertanian, hingga biaya tenaga kerja.

Salah seorang petani mengungkapkan bahwa keuntungan yang diperoleh saat ini sangat minim, bahkan sebagian petani terancam mengalami kerugian.

"Harga pupuk dan obat-obatan terus naik, sementara harga jagung saat panen justru turun. Kami kesulitan mendapatkan keuntungan, bahkan terkadang modal yang dikeluarkan tidak kembali sepenuhnya," ujarnya.

Selain rendahnya harga jual hasil panen, petani juga menghadapi persoalan kelangkaan pupuk yang hingga kini masih menjadi kendala utama. Sulitnya memperoleh pupuk membuat petani harus mencari ke berbagai daerah dengan harga yang lebih mahal, sehingga semakin membebani biaya produksi.

Kondisi tersebut diperparah dengan masuknya musim kemarau. Para petani mengaku mengalami kesulitan mendapatkan mesin pompa penyedot air untuk mengairi lahan pertanian. Ketersediaan pompa yang terbatas serta tingginya biaya sewa maupun pembelian alat tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga produktivitas tanaman di tengah berkurangnya pasokan air.

Para petani berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang mereka alami. Mereka meminta adanya kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani, menjamin ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau, serta membantu penyediaan sarana pendukung pertanian seperti mesin pompa air untuk menghadapi musim kemarau.

Menurut para petani, sektor pertanian merupakan salah satu penopang ketahanan pangan nasional yang perlu mendapatkan perlindungan dan dukungan nyata. Apabila harga hasil panen terus rendah sementara biaya produksi semakin tinggi dan sarana produksi sulit diperoleh, dikhawatirkan minat masyarakat untuk bertani akan terus menurun.

Petani jagung di Jejalen Jaya berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret guna meningkatkan kesejahteraan petani, mulai dari kemudahan akses pupuk, bantuan sarana produksi pertanian, dukungan irigasi dan pompanisasi, hingga kebijakan harga yang lebih berpihak kepada petani pada saat musim panen raya.


Reporter: Nur Apendi

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done