BEKASI | Jerathukumnews.net
Kisah pilu kembali menyelimuti jemaat HKBP Filadelfia. Bertahun-tahun berpindah tempat ibadah, dari Pasar Seng, Perumahan Elok, hingga kini terpaksa beribadah di bawah kolong jembatan, menjadi potret buram wajah toleransi di negeri ini.
Tak hanya kehilangan tempat ibadah yang layak, jemaat juga mengaku kerap mengalami gangguan saat beribadah. Bahkan, tindakan provokatif disebut sengaja dilakukan untuk mengganggu kekhusyukan ibadah.
Kondisi ini dinilai bertentangan dengan nilai luhur Pancasila serta jaminan kebebasan beragama dalam Undang-Undang Dasar 1945.
“Kami hanya ingin beribadah dengan tenang. Apakah itu terlalu sulit di negara yang menjunjung tinggi toleransi?” ujar salah satu jemaat.
Jemaat HKBP Filadelfia kini mendesak pemerintah daerah untuk segera memberikan kepastian hukum, termasuk akses jalan yang layak menuju lokasi ibadah, serta perlindungan dari segala bentuk gangguan.
Mereka berharap negara benar-benar hadir dan tidak menutup mata terhadap kondisi yang telah berlangsung lama ini.
R.S


