BEKASI | Jerathukumnews.net
Tata kelola manajemen di SMP Negeri 5 Tambun Selatan, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sekolah negeri tersebut yang dinilai belum sepenuhnya terbuka kepada masyarakat.
Sorotan ini mencuat setelah adanya keluhan serta pertanyaan dari orang tua siswa dan masyarakat sekitar terkait kebijakan internal sekolah, pengelolaan administrasi, serta minimnya informasi yang disampaikan secara terbuka.
Pemerhati kebijakan publik, D. Silalahi, menilai bahwa sekolah negeri sebagai institusi pendidikan yang dibiayai negara wajib menjunjung tinggi prinsip transparansi dan tata kelola yang baik.
“Sekolah negeri itu menggunakan anggaran negara. Maka pengelolaannya harus terbuka, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Jika muncul pertanyaan dari masyarakat, pihak sekolah seharusnya menjelaskan secara terbuka, bukan justru menutup diri,” tegas D. Silalahi, Selasa (27/01/2026).
Menurutnya, lemahnya transparansi berpotensi menimbulkan prasangka negatif di tengah masyarakat dan dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.
Permasalahan ini terjadi di SMPN 5 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dan mencuat dalam beberapa waktu terakhir seiring berkembangnya aspirasi serta keluhan masyarakat yang belum mendapatkan kejelasan.
D. Silalahi juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sekolah tersebut.
“Dinas Pendidikan jangan tutup mata. Evaluasi harus dilakukan agar tidak ada kesan pembiaran. Dunia pendidikan harus bersih dari praktik-praktik yang mencederai kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
" Lingkungan yang bersih dan rapi dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, meminimalkan resiko penyakit dan wabah,serta meningkatkan kebanggaan siswa terhadap sekolah mereka "
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMP Negeri 5 Tambun Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai pertanyaan dan sorotan yang berkembang di tengah publik.. Bersambung
Rina
