BANDUNG | Jerathukumnews.net
Kegiatan pelayanan kesehatan ini menjadi bagian penting dalam pemenuhan standar akreditasi rumah sakit, yang setiap tiga tahun sekali akan dinilai oleh lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah.
Dari total 16 standar akreditasi, Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) merupakan ruh utama pelayanan yang wajib diimplementasikan oleh seluruh civitas hospitalia RSUD Cicalengka.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh unit pelayanan, mulai dari Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rawat Inap, hingga unit-unit penunjang medis dan non-medis.
Seluruh peserta dibekali pemahaman mendalam terkait sistem mutu, manajemen risiko, pelaporan insiden keselamatan pasien, hingga budaya keselamatan (safety culture) yang harus tertanam dalam setiap aktivitas pelayanan.
Menariknya, narasumber yang mengisi kegiatan ini merupakan tenaga ahli internal RSUD Cicalengka yang telah memiliki sertifikasi dan telah terakreditasi oleh lembaga resmi yang diakui secara nasional, sehingga materi yang disampaikan benar-benar sesuai standar nasional akreditasi rumah sakit.
Direktur Utama RSUD Cicalengka, dr. Mulja Munadjat, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas akreditasi, namun menjadi pondasi utama dalam membangun budaya pelayanan yang aman dan berempati.
“Keselamatan pasien bukan hanya standar akreditasi, tetapi merupakan ruh dari pelayanan. Inilah yang menjadi dasar mengapa seluruh civitas RSUD Cicalengka, dari unsur pimpinan hingga petugas layanan paling depan, wajib memahami dan mengimplementasikannya secara konsisten,” tegas dr. Mulja, saat ditemui di ruang kerjanya pada awak media Jerathukum.News.Net, Selasa (13/01/2026).
Ia menambahkan, keselamatan pasien sejalan dengan Motto RSUD Cicalengka yakni ‘SEHAT’ (Simpati, Empati, dan Sepenuh Hati), yang tidak hanya ditujukan kepada pasien, tetapi juga menjadi nilai dasar bagi seluruh karyawan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pelayanan di RSUD Cicalengka dilakukan dengan simpati, empati, dan sepenuh hati. Pasien datang untuk sembuh, dan kewajiban kami adalah memberikan pelayanan seolah merawat keluarga sendiri. Ini harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan,” tambahnya.
Lebih lanjut dr. Mulja menekankan bahwa In House Training ini juga menjadi momentum penguatan komitmen bersama bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap proses pelayanan, baik dalam tindakan medis, administrasi, maupun interaksi langsung dengan pasien dan keluarga.
“Kami berkomitmen menjadikan budaya keselamatan sebagai jantung pelayanan. Dengan sumber daya manusia yang kompeten dan berkarakter, kami optimistis mutu pelayanan RSUD Cicalengka akan terus meningkat dan semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, RSUD Cicalengka berharap seluruh unit pelayanan mampu mengimplementasikan standar PMKP secara menyeluruh, berkelanjutan, dan konsisten, sebagai wujud nyata pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan humanis.
Dayat

