BENGKALIS | Jerathukumnews.net
Pandangan masyarakat mengenai asuransi kini mulai bergeser. Jika dulu asuransi hanya dianggap sebagai "payung" saat hujan risiko finansial melanda, kini Asuransi Syariah hadir sebagai instrumen ganda: perlindungan sekaligus investasi yang membawa keberkahan.
Hendra, Mahasiswa Pascasarjana Kampus Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ), mengungkapkan bahwa daya tarik utama asuransi syariah terletak pada konsep kemitraannya. Berbeda dengan model konvensional, asuransi syariah mengedepankan prinsip Takaful atau gotong royong antar peserta.
“Ini bukan sekadar transaksi bisnis biasa. Di sini ada nilai ibadah karena dana dikelola melalui akad Wakalah dan Mudharabah yang jauh dari unsur riba, judi (maisir), maupun ketidakpastian (gharar),” jelas Hendra dalam tulisannya.
Investasi Bersih, Hati Tenang
Satu hal yang membuat asuransi syariah kian diminati adalah etika investasinya. Dana peserta dipastikan tidak akan menyentuh sektor-sektor yang dilarang agama, seperti industri alkohol, perjudian, atau bisnis yang merusak lingkungan. Sebaliknya, dana dialokasikan ke portofolio syariah yang dikelola profesional, di mana hasilnya dibagikan kembali kepada peserta.
Keunggulan lainnya adalah adanya dimensi sosial. Sebagian dana yang terkumpul dapat dialokasikan untuk membantu kaum dhuafa. Hal ini menjadikan asuransi syariah sebagai solusi keuangan yang unik—menguntungkan secara materi bagi individu, namun tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Tantangan Literasi di Tengah Potensi Besar
Meski menawarkan paket lengkap antara proteksi kesehatan, jiwa, hingga aset dengan bonus investasi, tantangan besar masih membayangi. Kurangnya literasi keuangan syariah di beberapa daerah membuat banyak orang belum merasakan manfaat nyata dari sistem ini.
Namun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya aspek "halal" dalam setiap lini kehidupan, asuransi syariah diprediksi akan menjadi primadona baru.
“Dengan menggabungkan fungsi perlindungan dan investasi berbasis nilai agama, asuransi syariah benar-benar menjadi solusi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga menenangkan secara spiritual,” tutup Hendra.
Ind
