SMPN 4 TAMBUN UTARA DISOROT: ANGGARAN JANGGAL, DATA BERANTAKAN, TRANSPARANSI DIPERTANYAKAN - JERAT HUKUM NEWS

Senin, 20 April 2026

SMPN 4 TAMBUN UTARA DISOROT: ANGGARAN JANGGAL, DATA BERANTAKAN, TRANSPARANSI DIPERTANYAKAN



DANA BOS NYARIS RP 1 MILIAR, HABIS DI PEMELIHARAAN????
BEKASI | Jerathukumnews.net

Aroma kejanggalan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP Negeri 4 Tambun Utara semakin menguat. Dengan total anggaran yang mendekati Rp 1 miliar per tahun, publik kini mempertanyakan ke mana sebenarnya aliran dana tersebut digunakan.

Hasil investigasi berbasis dokumen menunjukkan pola pengeluaran yang tidak wajar, inkonsistensi data, hingga indikasi lemahnya tata kelola administrasi sekolah.

Pemeliharaan “Raksasa”, Setiap Tahun Habiskan Ratusan Juta

Sorotan utama tertuju pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana yang terus membengkak setiap tahun:

2025 Tahap 2: Rp 259.463.000 

2025 Tahap 1: Rp 163.169.100 

2024 Tahap 2: Rp 177.390.500

2023 Tahap 2: Rp 186.092.000 

Jika ditotal, dalam 3 tahun terakhir, anggaran pemeliharaan mencapai lebih dari Rp 700 juta.

Pertanyaan besar:

Apa saja yang diperbaiki setiap tahun?

Mengapa biaya tidak pernah turun?

Apakah ada pekerjaan yang dilakukan berulang?

Seorang sumber internal menyebut, “Kalau tiap tahun besar terus, patut diduga ada pemborosan atau perencanaan yang tidak efektif.”

Lebih Besar dari Dana Masuk? Laporan 2025 Jadi Sorotan

Kejanggalan mencolok ditemukan pada laporan 2025 tahap 2:

Dana diterima: Rp 459.840.057

Total penggunaan: Rp 538.455.323 

Artinya: pengeluaran melebihi pemasukan

Ini bukan sekadar selisih kecil, tapi mencapai puluhan juta rupiah.

Dugaan yang muncul:

Manipulasi laporan?

Penggabungan anggaran tanpa keterangan?

Atau kesalahan administrasi fatal?

Honor Anjlok Drastis, Ada Apa dengan Tenaga Honorer?

Data juga menunjukkan penurunan drastis anggaran honor:

2023: Rp 105 juta

2024: Rp 85 juta

2025: hanya Rp 12 juta 

Penurunan tajam ini menimbulkan spekulasi:

Apakah tenaga honorer “dikurangi diam-diam”?

Atau pembayaran dialihkan ke pos lain?

🧾 Data Amburadul: Guru 45, Tapi Tercatat Hanya 8?

Masalah serius juga ditemukan dalam data tenaga pendidik:

Total guru: 45 orang

Rekap profesi: hanya 8 orang 

Bahkan ada kategori “Null” sebanyak 12 orang

👉 Ini mengindikasikan:

Data tidak lengkap

Administrasi tidak tertib

Potensi pelaporan tidak valid

Sekolah Padat, Tapi Anggaran Tidak Berbanding Lurus

Dengan:

855 siswa

19 ruang kelas.

Rata-rata satu kelas diisi lebih dari 40 siswa.

Namun ironisnya, anggaran besar tidak sepenuhnya terlihat berbanding lurus dengan peningkatan fasilitas pembelajaran.

📡 Multimedia Nol Rupiah, Digitalisasi Mandek?

Di tengah tuntutan era digital, pengadaan alat multimedia justru nihil di 2025 tahap 2:

2024: Rp 49 juta

2025: Rp 0 

Prioritas anggaran tidak tepat

Fokus lebih besar pada proyek fisik dibanding kualitas pembelajaran.

Tim investigasi akan menelusuri lebih dalam:

1. Proyek Pemeliharaan

Jenis pekerjaan setiap tahun

Vendor pelaksana

Bukti fisik di lapangan

2. Alur Dana BOS

Apakah ada pergeseran anggaran antar pos

Potensi mark-up atau pembengkakan biaya

3. Data Guru & Honor

Validitas data tenaga pendidik

Kesesuaian honor dengan jumlah guru

4. Perbandingan Sekolah Lain

Apakah pola ini juga terjadi di sekolah lain

Atau hanya kasus spesifik di SMPN 4 Tambun Utara.

Pengamat pendidikan mendesak:

Audit menyeluruh oleh instansi terkait

Keterbukaan laporan kepada publik

Evaluasi pengelolaan dana BOS

“Ini uang negara. Kalau tidak transparan, kepercayaan publik akan runtuh,” tegas seorang aktivis.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Negeri 4 Tambun Utara belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai temuan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan dana pendidikan harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan siswa.


Red

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done