GRATI| Jerathukumnews.net
Melihat kejadian saat pasien di RSUD Grati sedang menganteri untuk mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan nomer urut antrian masing -masing.
Disaat pasien sedang menganteri tiba- tiba datang seorang oknum Wartawan dengan gaya sok -sokan tanpa mengedepankan budaya antrian kepada petugas wartawan tersebut minta dilayani lebih dulu.
Sebagai petugas tenaga kesehatan (Nakes) yang menjalankan tugas pekerjaanya dalam melayani pasien selalu dengan prosedural dan mengutamakan budaya antrian, akhirnya petugas tersebut menjelaskan kepada seorang oknum wartawan agar anteri sesuai dengan nomer antrian yang berlaku.
Atas penejelasan yang disampaikan oleh tenaga kesehatan di RSUD Grati kepada Oknum wartawan akhirnya oknum wartawan marah -marah kepada petugas Nakes tidak terima karena disuruh anteri.
Mendengar hal tersebut Ketua KSM Nguling LSM GMBI Distrik Pasuruan Raya Hermali Wijaya angkat bicara.
" Saya tegaskan kepada rekan - rekan wartawan maupun LSM, yang datang ke RSUD Grati baik berobat ataupun yang lainnya, Saya berharap yang sopan jangan sok - sokan apalagi menyebutkan identitas wartawan, ikuti aturan yang ada di RSUD Grati dan budayakan anterian, jangan karena wartawan seenaknya sendiri, semua sama untuk mendapatkan pelayanan." Tegasnya.
Hermali Wijaya ketua KSM Nguling LSM GMBI Distrik Pasuruan Raya juga menyampaikan Kepada oknum - oknum yang mengatasnamakan wartawan atau LSM menyampaikan.
"Saya sampaikan kepada oknum -oknum atau teman-teman wartawan dan LSM diwilayah Pasuruan, Mari kita jaga bersama RSUD Grati, Ini adalah satu - satunya RSUD yang ada diwilayah Pasuruan Timur. jika ada kesulitan atau yang sangat orgent mari kita kordinasikan dulu bisa langsung menghubungi saya,Saya siap membantu, " Imbuhnya.(Skhu).
